logo

Capex Rp135 Miliar, SidoMuncul Lakukan Investasi Dan Ekspansi Pasar Ekspor Baru

Capex Rp135 Miliar, SidoMuncul Lakukan Investasi Dan Ekspansi Pasar Ekspor Baru

Presdir Sido Muncul, David Hidayat
19 Januari 2021 23:56 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - SEMARANG: Presiden Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk. David Hidayat mengatakan, bisnis SidoMuncul tahun ini akan ditopang peningkatan kesadaran masyarakat terahadap kesehatan saat Indonesia masih menghadapi pandemi Covid-19.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat kembali akan memilih produk obat-obatan dan minuman alami sebagai preferensi utama mereka.

Dengan kondisi dan fakta tersebut, ungkap David, perseroan perseroan juga berencana mengaktifkan unit bisnis ekstraksi untuk Business to Business. Selain itu, perseroan akan melakukan pengembangan pada pasar ekspor dengan negara tujuan baru.

“Demi memuluskan rencana tersebut, kami menganggarkan belanja modal atau capital expenditure sebanyak Rp 135 Miliar yang berasal dari kas internal. Belanja modal ini akan digunakan untuk modal kerja dan sejumlah investasi seperti ekspansi,” ujar bungsu dari 5 bersaudara mendiang Jahja dan Desy Hidayat, pendiri SidoMuncul di Komplek Hotel dan Apartemen Tentrem, Semarang, Selasa (19/1/2021)

Secara rinci David memaparkan, ekspansi yang dimaksud yakni penyelesaian fasilitas produksi cairan obat dalam II yang dapat digunakan untuk memproduksi jamu cair selain Tolak Angin dan juga menambah fasilitas produksi untuk proses distilasi di unit ekstraksi. Tahun 2020 lalu, perseroan berkode emiten SIDO telah membagikan dividen dengan total mencapai Rp 372,1 Miliar atau setara dengan Rp 12,5 per saham.

Pembagian dividen telah dilaksanakan pada tanggal 18 November 2020. Aksi korporasi ini didasari oleh raihan laba bersih pada semester pertama 2020, yakni sebesar Rp 413,79 Miliar.

SIDO juga berencana menjual saham hasil pembelian kembali (buyback) sebanyak 229,77 Juta saham atau setara dengan 0,8% dari modal disetor. Aksi korporasi tersebut akan dilakukan pada 28 Januari 2021 hingga 25 Februari 2022.

“Pelaksanaan penjualan saham buyback tersebut akan mengikuti peraturan yang ada,” jelas manajemen Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.

Penjualan saham tersebut disampaikan dalam surat perseroan pada 21 Juli 2020 dengan Nomor 020/SM-DIR/OJK/VII/2020 perihal perpanjangan waktu pengalihan saham hasil pembelian kembali (buyback) PT Industri Jamu Dan Farmasi SidoMuncul Tbk.

Aksi korporasi tersebut diharapkan bisa berjalan lancar, perseroan berkeyakinan menunjuk PT Mandiri Sekuritas untuk melakukan pengalihan atau penjualan saham tersebut.

Berdasarkan data RTI, pengendali saham perseroan adalah PT Hotel Candi Baru dengan saham sebanyak 24,3 Miliar saham atau setara dengan 81%. Kemudian, investor publik dengan kepemilikan sebanyak 5,47 Miliar saham atau setara dengan 18,2%. Sedangkan saham treasury yang dikuasai perseroan saat ini adalah 229,77 Juta lembar saham atau setara dengan 0,8%.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto