logo

Tinjau Penanganan Gempa Sulbar, Jokowi Ingin Pastikan Bantuan Terkelola Baik

Tinjau Penanganan Gempa Sulbar, Jokowi Ingin Pastikan Bantuan Terkelola Baik

Presiden Jokowi di kamp pengungsian korban gempa di Sulbar. (Tangkapan layar YouTube)
19 Januari 2021 21:48 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Giliran Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang mengalami musibah gempa bumi,  disambangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya, Selasa (19/01/2021).

Tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, rombongan Presiden lepas landas menuju Kabupaten Mamuju, Sulbar, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta sekitar pukul 07.35 WIB.

Usai mendarat di Bandar Udara Tampa Padang, Kabupaten Mamuju sekitar pukul 10.39 WITA, Presiden Jokowi langsung menuju salah satu titik terdampak gempa di Provinsi Sulbar, yaitu Kantor Gubernur Sulbar.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Mamuju, Presiden menyaksikan sendiri dampak besar yang diakibatkan gempa berkekuatan magnitudo 6,2 pada Jumat (15/01/2021) yang melanda Kabupaten Mamuju dan Majene.

Presiden pun memastikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan bantuan dengan membangun kembali gedung-gedung pemerintahan yang roboh agar pelayanan publik dapat kembali berjalan.

“Tadi saya sudah sampaikan ke Gubernur, untuk gedung-gedung pemerintah yang roboh, setelah diaudit, nanti segera pemerintah pusat akan bangun kembali,” tutur Presiden di Stadion Manakarra, Mamuju, Selasa (19/01/2021), tayang di YouTube Sekretariat Presiden.

Dilansir BPMI Setpres, selepas meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang rusak karena gempa dan mengakibatkan berhentinya pelayanan pemerintahan daerah, Presiden Jokowi tiba di Stadion Manakarra, Kabupaten Mamuju, Sulbar.

Stadion Manakarra saat ini dialihfungsikan sebagai tempat pengungsian bagi para warga terdampak bencana gempa. Sejumlah tenda didirikan untuk menampung warga dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Di lokasi tersebut, Kepala Negara ingin memastikan langsung bahwa evakuasi dan pertolongan yang diberikan kepada warga terdampak gempa telah berjalan dengan baik.

“Saya datang untuk memastikan bahwa proses evakuasi, bantuan kepada masyarakat, logistik untuk pengungsi, dan tenda-tenda pengungsi terkelola dengan baik. Ini yang ingin saya pastikan dengan datang ke sini,” ujarnya pula.

Dari situ, Kepala Negara dan rombongan terbatas langsung menuju posko pengungsian bagi warga terdampak gempa. Selepas meninjau posko pengungsian tersebut, Presiden singgah di sebuah lokasi perumahan tak jauh dari Stadion Manakarra di mana banyak rumah warga yang ambruk akibat bencana gempa. 

Presiden kemudian meninjau kerusakan rumah warga beserta sarana umum yang berlokasi di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. Kepala Negara sempat berbincang dengan seorang warga yang rumahnya turut mengalami kerusakan berat.

Saat menyampaikan keterangan di posko pengungsian, Presiden menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan memberikan bantuan untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Untuk rumah penduduk yang roboh, pemerintah akan membantu untuk yang rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta,” ucapnya.

Didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dan Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar, Presiden meninjau bangunan yang hancur akibat gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene pada Jumat (15/01/2021) lalu.

Di lokasi tersebut, tampak hampir seluruh bagian bangunan hancur luluh lantak. Sejumlah alat berat dan truk juga masih tampak disiagakan di lokasi untuk membersihkan dan mengangkut puing-puing reruntuhan bangunan.

84 Orang Meninggal

Sementara itu, berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB per 18 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, tercatat 84 orang meninggal dunia akibat gempa ini.

Adapun rinciannya di Kabupaten Majene sebanyak 11 orang meninggal dunia, 64 orang luka berat dan 4.421 orang mengungsi.

Kemudian di Kabupaten Mamuju sebanyak 73 orang meninggal dunia, 189 orang luka berat dan 15.014 orang menungsi.

Gubernur Sulawesi Barat telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari yang terhitung dari tanggal 15 Januari 2021 sampai 28 Januari 2021 berdasarkan Surat Nomor 001/Darurat-68/5/2021.

Kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju Sulbar untuk meninjau salah satu lokasi terdampak gempa dan lokasi pengungsian warga.

Kunjungan tersebut dilakukan sehari selepas kunjungan serupa ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (18/01/2021). Di Kalsel, Presiden juga meninjau sejumlah sarana di daerah tersebut yang rusak akibat banjir. Presiden juga menginstruksikan agar bantuan logistik bagi para pengungsi dapat disiapkan secepatnya. ***

Editor : Markon Piliang