logo

Banjir Bandang Jember, Kemensos Bantu Pengungsi Dan Dirikan Dapur Umum

 Banjir Bandang Jember, Kemensos Bantu Pengungsi Dan Dirikan Dapur Umum

Mensos Tri Rismaharini (kanan). (foto,ist)
19 Januari 2021 20:45 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JEMBER: Kementerian Sosial (Kemensos) melalui unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana) bergerak cepat menangani dampak banjir bandang di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Tagana Kemensos telah mendirikan dapur umum lapangan (dumlap) di Balai Desa Wonoasri, Kecamataan Tempurejo.

Menteri Sosial (Mensis) Tri Rismaharini mengunjungi posko penanganan banjir di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (18/1/2021).

Mensos bersama Bupati Jember meninjau kesiapan Tagana memasak nasi bungkus untuk penyintas. Bahkan, dia juga menyempatkan menggoreng tahu serta melakukan proses pembungkusan nasi bungkus bersama bupati.

Dalam kunjungan itu, Mensos memberikan beberapa jenis bantuan. Di antaranya perlengkapan bayi dan ibu hamil. "Bantuan yang saya bawa, sesuai permintaan masyarakat di sini. Saya juga mengirim bantuan berupa telor, beras, dan abon,” katanya.

Dikemukakannya, dirinya telah menerima laporan bahwa pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan sejumlah bantuan. Hal itu, guna mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana susulan. “Jadi bisa ditangani lebih cepat,” katanya.

Mensos mengatakan, stok makanan menjadi hal utama untuk menghadapi bencana. Karena itu, setiap daerah di Indonesia harus memiliki stok makanan. “Stok makanan memang harus tersedia di daerah,” ujarnya.

Dumlap Tagana di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, diawaki 13 personel, yang mampu menyiapkan untuk kebutuhan makan pagi sebanyak 1.500 bungkus. Dengan menu nasi putih, sayur tumis sawi, plus mie, lauk omlete, dan tahu goreng. Didistribusikan untuk 3 titik desa (Wonoasri, Curah Nongko, serta Andongrejo).

“Harus ada cadangan, minimal untuk kebutuhan pokok, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kondisi alamnya seperti ini memang. Jangan sampai kita kesulitan kalau tiba-tiba ada bencana,” tutur Mensos.

Sebenarnya, ujarnya, Badan Urusan Logistik sudah menyediakan cadangan beras, untuk bisa diambil sewaktu-waktu jika terjadi bencana alam. “Tapi kadang-kadang kita tidak mengira. Itu harus diprediksi sejak dini,” ujarnya.

Didampingi Bupati Jember Faida, Mensos juga meninjau dampak banjir bandang di Pondok Pesantren Ar Rosyid, Kecamatan Bangsalsari. Dia menilai penanganan bencana banjir di Jember sudah baik. "Untuk Jember bagus penanganannya,” kata Mensos.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melaporkan, sebanyak 7 desa di Jember terdampak banjir dengan ketinggian air hingga mencapai 1 meter. Sedikitnya 4000 Kepala Keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Desa yang terkena banjir itu tersebar di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Puger, Gumuk Mas dan Tempurejo.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto