logo

Vaksinasi Covid-19 Di Solo, Puluhan Nakes Tidak Hadir

Vaksinasi Covid-19 Di Solo, Puluhan Nakes Tidak Hadir

Vaksinasi Covid-19 untuk nakes di Puskesmas Manahan Solo
19 Januari 2021 17:09 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Dari 1.912 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Solo, hingga hari keempat vaksinasi tercatat 1.605 sudah divaksin Covid-19. Sebanyak 102 diantaranya ditunda karena ada sejumlah faktor.

"Kemudian yang eksklusi sesuai rekomendasi PAPDI ( Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) ada 92 nakes. Kemudian yang tidak hadir ada 35, itu yang aku harus cari alasannya," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, kepada wartawan di Puskesmas Manahan Solo, Selasa (19/1/2021).

Siti mengatakan pihaknya belum mengetahui alasan ke-35 nakes tersebut tidak hadir. Pihaknya akan menghubungi para nakes tersebut terkait alasan mengapa tidak hadir saat jadwal vaksinasi Covid.

"Sekarang mau kita bel tidak hadirnya karena apa. Kan dia udah masuk PCare artinya kan sudah registarasi mendaftar kembali dan menentukan fasilitas kesehatan (faskes) dan menentukan jam, tapi kenapa ga datang . Ini kan selama empat hari ada 35," jelasnya lagi.

Bagi nakes yang tidak datag sesuai jadwalnya akan dikirim info kembali melalui SMS. Karena sistemnya yang kemarin seperti itu.

"Tapi dari rapat kemarin dengan kementerian kesehatan sebagai tindak lanjut rapat minggu malam dengan Pak Menteri, ada keluhan di beberapa daerah karena jaringan internet gak bagus. Tapi kalau di Solo kan jaringan internet sudah bagus," katanya.

Kendala lain yang dialami adalah beberapa nakes belum mendapatkan SMS dan kesulitan dalam melakukan registrasi. Menurut Siti, beberapa permasalahan tersebut ditampung Kemenkes sehingga akan dipermudah.

"Kami mempunyai tugas dalam dua hari ini memverifikasi, cuma tadi dari data yang dikirim tidak menunjukkan nakes itu bekerja di faskes mana," katanya lagi.

Siti juga mengatakan dengan diberikannya kemudahan maka nantinya faskes bertanggung jawab pada nakesnya sendiri-sendiri. Dokter praktek atau klinik atau apotek yang tidak menjalankan vaksinasi akan dibuatkan konsep tanggung jawab di Puskesmas setempat.

Disinggung mengenai KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi) yang dialami para nakes yang telah divaksin, Siti mengatakan sangat kecil. Tetapi meskipun kecil pihaknya akan tetap mengamati.

"Seperti kemeng (nyeri) habis disuntik, ya wajar. Tapi harus kita amati, ada juga empat orang yang mual ini mungkin karena capek juga," pungkasnya. ***

Editor : Markon Piliang