logo

Pemprov Jateng Dorong Program Terapi Plasma Konvalesen

 Pemprov Jateng Dorong Program Terapi Plasma Konvalesen

Ganjar berdialog dengan warga terkait plasma konvalesen
19 Januari 2021 16:26 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - SOLO: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meninjau program terapi plasma konvalesen di RSUD Moewardi Solo, Selasa (19/1/2021).

Dari laporan yang diterima orang nomor satu di Jateng tersebut, dinyatakan ikhtiar ini telah menunjukkan hasil positif, karenanya patut untuk terus didorong.

Di RSUD Moewardi, Solo, dilaporan terapi plasma konvalesen sudah dilakukan terhadap 69 pasien Covid-19. Dari berbagai kategori kondisi pasien mulai sedang, berat dan kritis. Penerapan plasma konvalesen ternyata memberi dampak signifikan.

"Terdapat 69 pasien kami lakukan terapi plasma konvalesen. Hasilnya cukup baik. Total yang meninggal 18 pasien, itu yang kategori kritis. Bagi pasien sedang dan berat, responnya relatif baik," kata salah satu anggota tim uji klinis plasma konvalesen RSUD Moewardi, dr Artrien Adhiputri.

Menurut Artrien, bagi pasien yang meninggal setelah dilakukan plasma konvalesen memang sudah sangat kritis. Sementara yang ringan, sedang sampai berat, kondisinya membaik bahkan ada yang sudah sembuh setelah dilakukan terapi plasma.

"Namun yang harus diingat, terapi plasma tidak berdiri sendiri. Ini hanya terapi tambahan yang keberhasilannya tidak terlepas dari tindakan medis lain," paparnya.

Ia menambahkan, kesulitan yang dihadapi adalah minimnya donor plasma. Untuk itu pihaknya berharap masyarakat yang pernah positif Covid-19 untuk sukarela melakukan donor.

Ganjar Pranowo sendiri menyebut, akan mendorong ikhtiar terapi plasma konvalesen di Jateng. Saat ini, yang mengembangkan terapi ini RSUD Moewardi dan RSUP dr Kariadi.

"Sekarang banyak yang tertarik. Tentu ini berita menggembirakan. Moewardi sudah siap, Kariadi juga siap. Ini ikhtiar yang mesti terus diupayakan," katanya.

Dari laporan yang diterima, lanjut Ganjar, hasil terapi menunjukkan hasil positif. Setelah diberikan plasma untuk pasien kondisi sedang, berat dan kritis, rata-rata yang menengah ke ringan potensi sembuhnya cukup tinggi.

"Kalau yang kritis mungkin memiliki komplikasi lain, tapi yang menengah ke ringan potensinya sembuh tinggi. Akan terus kami dorong program ini, bekerjasama dengan rumah sakit, PMI dan masyarakat penyintas," ucapnya.

Ganjar juga mendorong seluruh penyintas Covid-19 untuk bersedia mendonorkan plasmanya dalam program terapi ini. Semakin banyak penyintas yang terlibat, maka bisa dikelola dan diaplikasikan dengan baik.

Salah satu penyintas yang sedang mendonorkan plasma di PMI Solo, Kusmanto (52) mengatakan bersedia mendonorkan plasmanya untuk kemanusiaan. Dirinya yang sempat positif Covid-19 merasakan betul bagaimana rasanya.***

Editor : Markon Piliang