logo

Wapres Canangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen

 Wapres Canangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen

Menko PMK Muhadjir Effendy.(foto,ist)
19 Januari 2021 14:56 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin secara resmi mencanangkan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen, didampingi sejumlah menteri, kepala lembaga, kepala daerah, dan pejabat terkait, baik yang hadir secara daring maupun luring di kediaman Wapres dan Kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Senin (18/1/2921).

Pencanangan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen bertujuan, untuk mengajak masyarakat Indonesia, khususnya para penyintas Covid-19. Agar mau mendonorkan plasma konvalesen kepada pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Seperti diketahui, merujuk data, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19, awal tahun 2021 terus meningkat, bahkan seiring meningkatnya jumlah pasien dengan gejala sedang sampai berat yang dirawat di rumah sakit. Fakta itu belum diimbangi ketersediaan tempat tidur di RS Rujukan Covid-19. Ruang perawatan ICU yang penuh, serta ruang isolasi dan alat ventilator yang juga masih kurang.

Pada kesrmpatan itu, Wapres menekankan bila hal itu tidak ditangani dengan cepat dan tanggap, maka akan makin mempersulit proses penyembuhan, memperpanjang waktu rawat inap, serta meningkatkan mortalitas akibat Covid-19 di Indonesia.

"Untuk itu, saya mengimbau dalam situasi apapun, kita harus selalu siap sedia. Untuk menolong sesama yang membutuhkan sesuai kemampuan kita masing-masing. Bagi para penyintas Covid-19 untuk siap sedia secara sukarela menjadi pendonor plasma konvalesen, apabila menurut hasil pemeriksaan dokter memenuhi persyaratan," tutur Wapres.

Disebutkannya, data per-14 Januari 2021, dari 703.464 orang yang sudah sembuh dari Covid-19 baru 1 (satu) persen yang menjadi pendonor plasma konvalesen. Padahal, dengan menjadi pendonor plasma konvalesen, setidaknya akan membantu menyelamatkan nyawa orang lain.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam laporannya menyampaikan, potensi dari donor plasma konvalesen hingga 3 (tiga) bulan ke depan, dapat dilihat dari jumlah pasien rumah sakit yang telah sembuh dari Covid-19, pada periode November-Desember 2020. Adapun jumlah mantan pasien yang sembuh pada periode November 2020, sebanyak 37.837 orang terdiri dari 15.626 laki-laki dan 17.177 perempuan. Sedangkan, yang sembuh pada periode Desember 2020 sebanyak 48.272 orang terdiri dari 19.936 laki-laki dan 21.915 perempuan.

"Potensi tersebut, khususnya pria, perlu digerakkan untuk mendonorkan plasmanya. Sehingga, pasien yang sedang dalam perawatan di rumah sakit memiliki peluang selamat lebih besar," tutur Menko PMK.

Lebih detail, dia menjelaskan, digunakannya plasma konvalesen sebagai terapi tambahan pasien Covid-19, dilatarbelakangi oleh plasma pasien yang telah sembuh Covid-19 diduga memiliki efek terapeutik, karena memiliki antibodi terhadap SARS-Cov-2. Sementara itu, plasma konvalesen diambil dari pasien yang didiagnosa Covid-19 dan sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19.

Ditandai dengan dua kali pemeriksaan swab menggunakan RT-PCR dengan hasil negatif. "Untuk mengurangi risiko kematian maka diperlukan tindakan untuk meningkatkan imun. Salah satunya yaitu melalui terapi plasma konvalesen ini," ungkap Menko PMK.

Seseorang dapat mendonorkan plasmanya sampai sekitar 3-4 kali selama kurang lebih 3 bulan. Namun, untuk dapat menjadi pendonor selain memenuhi kadar titer antibodi, juga harus memenuhi berbagai syarat lain sebagai donor darah biasa.

Beberapa syarat selain harus sudah dinyatakan negatif setelah 2 kali pemeriksaan swab RT-PCR dan/atau swab antigen, juga mendapatkan surat keterangan sehat atau sembuh dari dokter/rumah sakit setempat, telah bebas gejala Covid-19 (demam/batuk/sesak napas/diare) sekurang-kurangnya 14 hari, usia 18-60 tahun, laki-laki, perempuan yang belum pernah hamil, berat badan minimal 55 kilogram, tidak memiliki penyakit penyerta yang bersifat kronis seperti gagal ginjal, jantung, kanker, kencing manis, diabetes, darah tinggi tidak terkontrol.

"Untuk menghindari adanya pihak yang mengambil keuntungan dari pelaksanaan donor plasma konvalesen, kami menghimbau agar penyintas Covid-19 yang akan melakukan donor atau pasien yang membutuhkan plasma konvalesen dapat langsung berhubungan dengan PMI atau RS yang ditunjuk," tegas Menko PMK.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto