logo

Percepat Vaksinasi Covid-19, Gubernur Jawa Tengah Minta Sistem Pendaftaran Diubah

Percepat Vaksinasi Covid-19, Gubernur Jawa Tengah Minta Sistem Pendaftaran Diubah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Manahan Solo
19 Januari 2021 13:43 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo minta sistem pendaftaran tenaga kerja (nakes) penerima vaksinasi Covod-19 dipercepat. Pasalnya pendaftaran dengan sistem seperti saat ini pada prakteknya, nakes yang sudah terdaftar di sistem banyak yang waktunya tidak sesuai.

"Seperti di sini, harusnya ada 15 nakes yang terdaftar untuk divaksin tetapi yang datang hanya delapan. Ini kan sayang, tidak efektif," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Manahan Solo, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2021).

Ganjar mengatakan percepatan pendaftaran tersebut sudah dibicarakan dengan menteri kesehatan. Dirinya berharap dalam waktu tiga hingga empat hari ini bisa dipercepat.

"Kita minta izin data manual saja kita yang ngalahi nginput data. Sehingga proses vaksinasi ini bisa kita lakukan percepatan," katanya.

Untuk vaksinasi Covid-19 tahap pertama ini, Gubernur menargetkan selesai pada awal bulan Februari mendatang. Jika sistem pendaftaran boleh lebih dilonggarkan, maka secara teori bisa selesai dalam dua hari.

"Kita bisa genjot lebih cepat lagi, yang tidak hadir sebenarnya jika kita diberikan kewenangan menginput secara manual maka bisa dideseli yang berikutnya, tinggal kredibel dan prioritas pada nakes dulu," katanya lagi.

Percepatan vaksinasi Covid-19 untuk nakes bisa dilakukan karena pelaksananya mampu, vaksinnya ada, kekuatannya ada, dan tinggal mengatur jadwalnya saja. Terkait hal itu, pihaknya sudah melakukan rapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota untuk dilakukan percepatan.

"Minimal, umpamanya Puskesmas menyelesaikan dulu target 50 setiap Puskesmas dan 200 setiap Rumah Sakit itu akan bisa tercapai. Bisa kejar akhir bulan ini saja sebenarnya mampu, tinggal memperbaiki sistemnya, karena memang harus cermat pendataan itu," paparnya.

Jika ada yang tidak lolos screening tidak boleh divaksin. Pihaknya berharap sistem pendaftaran diubah sehingga bisa lebih cepat karena jika menggunakan data dari pusat akan lebih lama.

"Kemarin Menkes menyampaikan langsung, kalau kita diminta verifikasi data secepatnya ternyata tidak cukup mudah untuk verifikasi. Jadi kalau dibalik based on data kita akan bisa dilakukan penyesuaian harmonisasi data," ujarnya.

Sementara itu untuk vaksin dosis kedua akan diberikan 14 hari setelah vaksinasi tahap pertama atau tanggal 28 Januari. Selain meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Manahan, dalam kunjungan ke Solo tersebut Ganjar juga meninjau vaksinask dan transfusi plasma pasien Covid-19 di RSUD Moewardi Solo serta meninjau donor plasma di PMI Solo. Sebelumnya juga meninjau tempat isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto