logo

Menaker: Jadikan Pelatihan Di BLK Kompetensi Dasar Mumpuni Dan Mengembangkan Keterampilan

 Menaker: Jadikan Pelatihan Di BLK Kompetensi Dasar Mumpuni Dan Mengembangkan Keterampilan

Menaker Ida Fauziyah (kanan) meninjau peserta pelatihan workshop menjahit santri BLK Komunitas Ponpes Thawalib Gunung. (foto,ist)
19 Januari 2021 11:17 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - PADANG PANJANG: Menteri Ketenagakerjaaan (Menaker) Ida Fauziah meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Thawalib Gunung Padang, yang berlokasi di Pondok Pesantren Thawalib Gunung, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Minggu (17/1/2021).

Dalam kunjungan kerja (kunker) di akhir pekan tersebut, Menaker menemui peserta pelatihan workshop menjahit, yang merupakan salah satu terobosan masifikasi pelatihan vokasi, bagi para santri untuk memasuki dunia kerja.

"Workshop menjahit yang berada di lingkungan Ponpes Thawalib Gunung Padang Panjang ini memiliki potensi besar. Karena, sudah disesuaikan dengan kondisi pasar dan kebutuhan daerah," tuturnya.

Dia berpesan para santri maupun masyarakat Ponpes Thawalib Gunung Padang agar memanfaatkan pelatihan yang ada di BLK sebaik-baiknya. "Jadikan pelatihan dari BLK ini sebagai kompetensi dasar yang mumpuni dan kembangkanlah terus skill kalian. Agar di masa depan, kalian bisa tetap kreatif dan inovatif menghadapi perubahan," tuturnya.

Di sisi lain, Menaker berpesan agar para santri tetap rendah hati dan tidak cepat berpuas diri. Untuk terus belajar, bertumbuh, serta berkembang dengan memanfaatkan segala media yang ada. "Ingatlah pepatah Man Jadda Wajada," ujarnya.

Dikatakannya, adanya BLK Thawalib Gunung ini, santri dan masyarakat sekitar pesantren yang ingin mendapatkan pelatihan keterampilan kerja tak perlu susah payah ke kota dan merogoh kantong dalam-dalam. Cukup mengikuti pelatihan keterampilan gratis di BLK Komunitas.

"Keterampilan yang diperoleh bisa untuk mendapatkan pekerjaan, atau menjadi wirausaha mandiri," kata Menaker. Dia berharap para santri Thawalib Gunung menjadi santri yang qurani, mandiri, dan berdaya saing.

Manaker mengatakan dibangunnya BLK Thawalib Gunung hanya sebuah stimulus. "BLK ini hanya pancingan, selanjutnya diharap Pemkot Padang Panjang berkontribusi menciptakan santri yang mandiri dan berdaya saing," katanya.

Masa depan ketenagakerjaan, ujarnya, membutuhkan para santri yang berdaya saing. Bukan hanya berdaya saing di kota Padang Panjang maupun di Provinsi Sumatera Barat saja, tetapi juga harus memiliki daya saing antar negara di seluruh dunia.

"Kita tak ingin banyak Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk ke Indonesia, karena nanti tenaga kerja akan diisi tenaga kerja asli Indonesia yang disiapkan mulai dari pendidikan termasuk pesantren," terangnya.

Menaker meyakini sinergi Pemerintah Pusat, Pemda, DPR, serta dunia pendidikan maupun masyarakat, dapat menciptakan generasi muda mandiri dan siap bersaing. "Kita generasi tua merasa ikhlas dan tenang jika generasi penerus adalah generasi tangguh seperti santri Thawalib Gunung," katanya.

Di bagian lain, Wali Kota Padang Panjang Fadly Amran, mengapresiasi atas dibangunnya BLK Thawalib Gunung yang diresmikan pada 17 Maret 2020 lalu itu. BLK Komunitas yang bergerak di bidang garmen dan menjahit ini sangat membantu para santri Ponpes Thawalib Putra. Dalam rangka menambah keterampilan/keahlian bidang garmen dan menjahit, serta mencetak para santri yang kompeten dan berdaya saing disamping ilmu agama yang dipelajarinya.

"BLK Komunitas Thawalib Gunung diharapkan mampu mengembangkan wirausaha mandiri, memiliki kemampuan mengembangkan diri menjadi enterpreneur," ujar Fadly Amran.

Dengan disaksikan Menaker Ida Fauziyah dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Afdal Amran juga secara resmi menyerahkan surat izin BLK Komunitas kepada Pengasuh Ponpes Thawalib Gunung M Mahfuz Mustia.***

 

Editor : Markon Piliang