logo

Tanggapi Pernyataan Gus AMI, Pengamat Minta Kemendikbud Jaga Kualitas Pendidikan

Tanggapi Pernyataan Gus AMI, Pengamat Minta Kemendikbud Jaga Kualitas Pendidikan

Ketua Komunitas Rawamangun Rudy Darmawanto
18 Januari 2021 18:32 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Berbagai kalangan minta jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tetap menjaga kualitas dan standar mutu pendidikan di tengah pandemi Covid-19.

Mendikbud Nadiem Makarim telah melakukan kebijakan pendidikan nasional ditengah pandemic Covid-19 dengan melakukan jadual pendidikan darling (Pembelajaran jarak jauh) dan tatap muka terbatas didaerah tertentu adalah kebijakan tepat dan bijaksana.

"Saya meliat Mendikbud dan jajaran Kementrianya bekerja maksimal dan sudah fokus pada peningkatan kualitas pendidikan nasional seperti yang diinginkan dalam Nawacita Presiden Jokowi," ujar pengamat sosial Rudy Darmawanto, Senin (18/1/2021).

Keterangan tertulis Rudy yang juga Ketua Komunitas Rawamangun ini menanggapi pernyataan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (AMI) pada Sabtu (16/1/2021).

Menurut Rudy, pandangan Cak Imin itu terlalu tendensius dan bernuansa politis. "Saya berharap pendidikan nasional atau dunia sekolahan ini jangan lah dibawa keranah politik hindarkanlah diksi yang menjust atau pandangan tanpa dasar," kata Rudy menambahkan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) minta Kepada Presiden Joko Wiododo agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim segera diganti. Gus AMI menilai, krisis atau darurat pendidikan yang terjadi sepanjang pandemi Covid-19 hingga kini belum bisa tertangani dengan baik dan belum ada terobosan yang dilakukan Nadiem sebagai solusi dalam mengatasi darurat pendidikan nasional.

"Menteri Pendidikan yang kita harapkan dengan teknologi yang dia miliki, mengambil inisiasi untuk mengambil langkah-langkah alternatif bagi krisis darurat nasional pendidikan, tetapi sampai hari ini tidak ada tanda-tanda hal yang bisa diharapkan dari Menteri Pendidikan kita," kata Gus AMI saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) 15 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB secara virtual, Sabtu lalu.

Gus AMI mengaku sudah meminta Ketua Komisi X DPR yang juga Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda untuk mengambil inisiasi atas krisis stagnasi pendidikan nasional.

"Saya mengusulkan Menteri Pendidikan segera diganti dengan Syaiful Huda dari Ketua Komisi X supaya ada penanganan yang cepat dari stagnasi pendidikan nasional kita," ujarnya.

Menurut Gus AMI, harus diakui hingga saat ini tidak ada terobosan nyata yang bisa dirasakan Mendikbud dalam menangani darurat pendidikan nasional.

"Saya pendukung utama Pak Nadiem karena saya harapkan kecanggihan Pak Nadiem dalam menangani teknologi, menangani gojek, menangani sistem perdagangan baru melalui online. luar biasa, salut," katanya.

Gus AMI berharap, kemampuan Nadiem Makarim tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kemampuan menata dan mengelola pendidikan nasional. Tapi sudah satu tahun lebih, hampir dua tahun, belum ada tanda-tanda baru yang bisa kita rasakan. Tolong sampaikan ke Pak Nadiem bahwa Indonesia darurat pendidikan, butuh penanganan yang serius. Tidak bisa sambil lalu.

"Menangani soal pendidikan tidak bisa sambil guyonan, gak bisa sambil gojek. Gojek itu kalau bahasa Yogya itu bercanda. Gojekan itu namanya bercanda, gak bisa sambil bercanda dalam menangani krisis pendidikan kita," tuturnya.

Menurut Gus AMI, akibat dari krisis pendidikan nasional, ada dua hal sekaligus yang mengalami kelumpuhan. Pertama, lumpuhnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, lumpuhnya masa depan sumber daya manusia dan masa depan nasib generasi penerus bangsa.

"Banyak stagnasi terjadi. Kurikulum kita banyak yang terlambat, butuh penanganan," ucap Gus AMI. Gus Ami mengatakan, PKB siap menjadi garda terdepan dalam memberikan alternatif jawaban atas persoalan-persoalan riil yang dihadapi Indonesia.

"Kita harus berolah pikir dan berolah kreasi untuk mampu berinovasi. Saatnya pembangunan baik pembangunan infrastruktur sekaligus pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya. PKB, kata Gus AMI, hendak memberikan alternatif redesain pembangunan dengan meletakkan prisip-prinsip utama kebutuhan kemanusiaan dan pembangunan. Pertama nilai-nilai kemanusiaan.

Kedua, ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai alat penyangga. Ketiga, kemajuan SDM unggul mutlak menjadi syarat kemajuan.

"Nah dalam posisi ini, di tengah pandemi, ekonomi sulit, pembangunan hancur. Saya sudah berteriak-teriak berkali-kali, kehancuran pendidikan nasional nyata di depan mata kita, tetapi belum ada penanganan yang serius dan bisa dirasakan hasilnya," tutur Gus AMI. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto