logo

Soksi Dukung Penuh Perpres Pencegahan Ekstrimisme: Jaga NKRI Tetap Utuh!

Soksi Dukung Penuh Perpres Pencegahan Ekstrimisme: Jaga NKRI Tetap Utuh!

Ketum Depinas Soksi, Ali Wongso Sinaga
18 Januari 2021 15:06 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi), Ali Wongso Sinaga menegaskan dukungannya terhadap keputusan Presiden Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 7 Tahun 2021 Tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme (RAN PE).

"Soksi sangat mendukung Perpres diterbitkan. Kami memahami kehadiran Perpres RAN PE adalah salah satu kebutuhan yang sifatnya mendesak dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1946,” ujar Ali Wongso Sinaga di Jakarta, Senin (18/1/2020).

Sejalan atau sebangun dengan pelaksanaan rencana aksi nasional pencegahan dan penanggulangan ekstrimisme, Politisi Senior Beringin ini juga mendorong diundangkannya RUU Pendidikan Politik Bangsa dan RUU Keamanan Nasional yang sudah dua kali tertunda pembahasannya di parlemen.

“Kami sudah sampaikan hal ini dalam refleksi akhir tahun 2020 oleh Soksi. Ini karena tren ideologi yang bersifat ekstrim terus tumbuh serta mendorong terbangunnya potensi kelompok laten yang dapat mengganggu dan mengancam bagi eksistensi NKRI," ungkapnya.

Dengan adanya Perpres RANPE itu, kata Ali, Soksi berharap akan ada kemajuan kehadiran negara yang lebih eksis dan efektif dengan progres yang signifikan dalam mencegah dan menghentikan laju bertumbuhnya 'trans ideologi ekstrim di negeri yang kita cintai ini.

“Menjadi urgent dan diperlukan pola dan format penanggulangan yang tegas, tepat , cepat, dan efektif sehingga prosesnya berjalan baik dan lancar dengan "by objectives" tanpa mengurangi fokus bangsa ini dalam penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid -19 yang sudah mengglobal dan melanda dunia ini,” tegas Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar itu.***

Editor : Markon Piliang