logo

Ganjar Pranowo Gowes Sambangi Desa Peduli Lingkungan

Ganjar Pranowo Gowes Sambangi Desa Peduli Lingkungan

Ganjar Pranowo sedang menanam pohon.
18 Januari 2021 15:00 WIB
Penulis : Pudyo Saptono

SuaraKarya.id - MAGELANG: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, tak pernah jemu melakukan gowes (bersepeda) sambil memantau kemajuan perkembangan lingkungan di desa-desa pelosok sekalipun. Ia meyakini dengan cara seperti itu bisa lebih menyatu dengan masyarakat.

Seperti pada Minggu (17/1/2021), Ganjar gowes ke Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Magelang, begitu dapat kabar desa tersebut memiliki cara unik dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain memiliki peraturan desa (Perdes) yang mengatur tentang lingkungan, terdapat juga mitos yang dipercaya masyarakat, bahwa perusak lingkungan setempat bakal mendapat ganjaran yang tak diharapkan.

"Seger, enak, udaranya bersih," kata Ganjar Pranowo, selepas menanam pohon di desa Margoyoso, yang terjaga asri dengan pepohonan rimbun dan air yang bersumber dari 88 mata air mengalir secara jernih.

Ganjar datang ke Magelang sambil gowes dimulai dari Kabupaten Semarang, dan langsung mendatangi salah satu pancuran dari sumber mata air. Dengan menadahkan tangannya, ia mengambil air yang sejuk kemudian membasuh muka dan rambutnya.

Kades Margoyoso, Adi Daya Perdana, mengatakan dulu desa tersebut kering kerontang. Hampir setiap tahun, warganya selalu meminta bantuan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

"Sejak itu kami menggalakkan konservasi lingkungan. Untuk mendukungnya, kami membuat peraturan desa (Perdes) yang mengatur tidak boleh ada penebangan pohon besar dan warga giat melakukan penanaman," ucapnya.

Selain itu, mitos tentang keangkeran pohon-pohon besar juga dihidupkan. Masyarakat yang berani menebang pohon besar, pasti akan diganggu hal-hal ghaib atau yang biasa disebut penunggu pohon.

"Dengan kepercayaan mistis dan peraturan desa ini, upaya kami melakukan konservasi berhasil," terangnya.

Terbukti, di desa ini muncul puluhan mata air yang sangat jernih. Sekarang, di Dusun Silumut sudah ada 88 mata air. Selain itu, di dusun lain ada juga beberapa mata air yang jumlahnya lebih dari 20 titik.

Ganjar sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan warga Margoyoso. Dengan peraturan desa serta mengedepankan kearifan lokal, langkah-langkah pelestarian lingkungan benar-benar bisa tercapai.***

Editor : Markon Piliang