logo

Ketua Amarta: Marak Bencana Ini Saatnya Risma Memperlihatkan Kinerjanya

Ketua Amarta: Marak Bencana Ini Saatnya Risma Memperlihatkan Kinerjanya

Ketua Amarta M Rico Sinaga
18 Januari 2021 11:08 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id -   JAKARTA: Saat ini musibah di banyak tempat yang memerlukan perhatian serius, bukan retorika dari Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma).

Tidak sedikit korban yang kondisinya sangat memprihatinkan, belum tersentuh bantuan, kehadiran pemerintah dinanti.

"Kalau ibu Risma mau top seperti kelihatan kerja, kelihatan sibuk atau eksis ini momentnya Ibu Menteri Risma turun langsung ke lapangan lalu foto-foto, video agar viral, " ujar Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) M Rico Sinaga, Senin (18/1/2021).

Benar Risma ada di tempat bencana sekejab. Di lokasi lain tidak nongol. "Ini saatnya Ibu Risma untuk pencitraan kalau memiliki kapasitas terlibat dalam hal musibah. Kalau urusan sampah di Jakarta, dan sejenisnya itu ada petugas paling bawa yang profesional," ucap Rico menegaskan.

Menurut aktifis senior ini, terlalu banyak foto-foto dan video yang beredar di dunia media sosial (medsos) yang tidak kelihatan Risma ada dilokasi.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 136 bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang 1-16 Januari 2021.

Dari sekian banyak bencana alam itu, sudah merenggut 80 korban jiwa dan 858 orang luka-luka. Bencana alam terbanyak yang terjadi adalah banjir sebanyak 95 kejadian, tanah longsor 25 kejadian, puting beliung 12 kejadian, gempa bumi 2 kejadian dan gelombang pasang 2 kejadian.

Akibatnya, sebanyak 405.584 orang terdampak dan mengungsi. Kejadian bencana alam tersebut belum memasukkan data awan panas gunung Semeru yang belakangan terjadi. 

Sedangkan bencana alam besar yang baru-baru saja terjadi yakni gempa di Majene Sulawesi, dan banjir di Kalimantan Selatan. Hingga Minggu (17/1/2021), pukul 20.00 tercatat sebanyak 47 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 9 orang di Kabupaten Majene. 

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Sulawesi Barat terus bertambah akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR) mengguncang Sulawesi Barat pada sehari sebelumnya. 

"Korban luka mencapai 637 orang di Kabupaten Majene dengan rincian sejumlah 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang dan 425 orang luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat 189 orang mengalami luka berat atau rawat inap," seperti dikutip dari siaran pers BNPB, Minggu (17/1/2021). ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto