logo

UPT Kemensos Garda Depan Penanganan Dampak Bencana Di Tanah Air

 UPT Kemensos Garda Depan Penanganan Dampak Bencana Di  Tanah Air

Mensos Tri Rismaharini. (foto,ist)
17 Januari 2021 21:24 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SURABAYA: Sejumlah bencana terjadi di Tanah Air, belakangan ini. Dari tanah longsor di Sumedang (Jawa Barat), gempa bumi di Mamuju dan Majene (Sulawesi Barat), serta ba njir di Banjarbaru (Kalimantan Selatan).

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, di sela kunjungannya di Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD), di Gedung Siola, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/1/2021) memastikan, Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan respon cepat dalam penanganan dampak bencana tersebut.

Dikemukakannya, sejak bencana terjadi, Kemensos langsung turun ke lapangan melalui pilar sosial, seperti Tagana, pekerja sosial, serta Unit Pelayanan Teknis (UPT) setempat. "Sudah turun ya sejak bencana terjadi. Tagana di situ bergerak dan dibantu dari daerah sekitar. Semua (sumber daya) kita kerahkan termasuk di Kalimantan Selatan," terang Mensos.

Selain bantuan tanggap darurat, seperti bantuan logistik yang sudah disalurkan ke lokasi bencana. Peran aktif Kemensos juga dibuktikan dengan gerak cepat UPT Kemensos, di lokasi bencana melakukan penanganan terhadap penyintas.

Di Kalsel, Balai Besar Pelatihan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin bergerak sejak banjir melanda kawasan itu. "BBPPKS berupaya untuk turut serta membantu warga sekitar yang terdampak banjir, dengan menyediakan kamar asrama sebagai shelter bagi para pengungsi," jelas Kepala BBPPKS Banjarmasin Salahuddin Yahya.

Salah satu wilayah yang terdekat dengan kantor BBPPKS Banjarmasin adalah Desa Malintang, Kabupaten Banjar. Sebanyak 130 jiwa telah dievakuasi untuk diberikan tempat penampungan sementara, sampai kondisinya memungkinkan untuk bisa kembali ke tempat tinggal masing-masing.

"Bantuan logistik, kami pastikan disiapkan untuk memberikan pelayanan yang maksimal bagi penyintas," ujarnya. Berbarengan dengan itu, Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) BBPPKS Banjarmasin memberikan bantuan bagi warga di shelter pengungsian, terutama bagi orang tua dan anak-anak.

"Tentu saja dengan tetap melaksanakan protokol Covid 19, BBPPKS melakukan reaksi cepat atas kondisi terkini Kalimantan Selatan sekaligus upaya pengembangan peran BBPPKS dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial," terangnya.

Gerakkan cepat juga ditunjukkan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) "Budi Luhur" Banjarbaru. Balai "Budi Luhur" juga memfungsikan satu asrama menjadi posko darurat bencana banjir.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto