logo

Imbas Aturan PPKM, Pendapatan Ojol Di Cikarang Turun Drastis

Imbas Aturan PPKM, Pendapatan Ojol Di Cikarang Turun Drastis

Dedi (29), salah satu pengemudi Ojol di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi. (FOTO: Dharma/Suarakarya.id).
17 Januari 2021 20:06 WIB
Penulis : Dharma

SuaraKarya.id - CIKARANG: Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali selama dua pekan sangat dirasakan oleh pengemudi Ojek Online (Ojol) di wilayah Kabupaten Bekasi. 

Dalam satu minggu terakhir ini, pengemudi Ojol baik Grab maupun Gojek, pendapatan mereka turun hingga 50 persen dari hari sebelum diberlakukannya PPKM.

Dedi (29), salah satu pengemudi Ojol mengaku, imbas kebijakan PPKM ini sangat berpengaruh hingga dirinya tidak bisa berbuat banyak.

Pendapatannya berkurang, ia hanya bisa mengantongi pendapatan perharinya sebesar Rp90 ribu. Biasanya, yang didapat bisa mencapai Rp150 ribu. Sedangkan untuk pesan antar makananatau GO-SEND, paling tinggi Rp70 ribu.

"Turun drastis mas, ini karena jam operasional mall hanya sampai jam 7 malam, rata-rata yang pesan makanan itu ordernya ke mall," tuturnya saat dijumpai Suarakarya.id, di salah satu warung di Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Minggu (17/1/2021).

Dedi bersama rekan-rekan satu profesinya hanya bisa berharap, pemerintah secepatnya bisa menangani pandemi Covid-19 agar segera berakhir. 

Namun ketika ditanya apakah pengemudi Ojol akan dapat vaksin atau tidak, Dedi hanya bisa tertawa. 

"Terserah pemerintah mas, kalau kasihan sama rakyatnya, ya jangan tebang pilih, Ojol juga manusia.." kata Dedi. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto