logo

Banjir Lamongan Rendam Ratusan Hektar Lahan Tambak

Banjir Lamongan Rendam Ratusan Hektar Lahan Tambak

17 Januari 2021 18:44 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - LAMONGAN: Warga Desa Weduni Kecamatan Dekat perbatasan Kecamatan Glagah Lamongan menanggung rugi hingga Rp2,4 miliar akibat banjir yang merendam 160 hektar lahan tambak mereka. Mereka yang tinggal di Dusun Juwet, Kudu, Duni, Rambang dan Putat memastikan kerugian bakal semakin bertambah bila musibahbanjir itu tidak segera diatasi.

Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat, Ahmad Faqot (58), banjir yang tidak segera teratasi akan mengganggu periode tanam selanjutnya. "Perhitungan pendapatan per hektar rata-rata Rp15 juta untuk sekali panen. Kalo banjir ini tidak segera diatasi bisa rugi dua kali," ujarnya, Minggu (17/1/2021).

Sejauh ini, areal tambak Desa Tambak Weduni diisi beragam ikan seperti Bandeng, Vanami dan Mujaer. Luapan air dari arah barat Babat Lamongan itu menenggelamkan seluruh akses jalan masuk dan keluar kampung antara 20 hingga 70 cm.

Selain merendam tambak, banjir juga meredam semua jalan kampung dan rumah penduduk. "Semua kegiatan warga berhenti total karena jalan tidak bisa dilalui. Menggunakan angkutan perahu juga tidak bisa," keluhnya.

Banjir yang menerjang kawasan itu, menurut Ahmad, sudah berlangsung sejak dua minggu terakhir. Sebanyak 500 kepala keluarga (KK) terkepung banjir yang diharapkan bisa segera dicarikan solusioleh pihakPemprov Jatim.

Menurutnya, banjir di Lamongan harus ditangani dua kabupaten (Lamongan dan Gresik) atau diatasi Propinsi Jawa Timur. Karena pembuangan air dibutuhkan adanya saluran besar tembus laut dan melewati Kabupaten Gresik.

Ungkapan senada disampaikan Kepala Dusun  Rambang, Mansur. Menurutnya penderitaan warga bukan hanya terjadi saat musim penghujan. Mereka saat musim kemarau selalu kesulitan air.

Pada bagian lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Mugito mengakui banjir kali ini merupakan yang terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Totalnya ada 8 ribu rumah warga yang terdampak banjir di 54 desa. Mudah-mudahan banjir segera surut dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ujarnya.***