logo

Pandemi Covid-19, DKI Keluar Dari Zona Merah  Kemacetan

Pandemi Covid-19, DKI Keluar Dari Zona Merah  Kemacetan

Di era kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), lalu lintas Jakarta macet parah. Kini sudah keluar dari zona merah kemacetan.
17 Januari 2021 16:55 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Di masa pandemi Virus Corona Wuhan atau Covid-19, Jakarta secara perlahan sudah berubah. Stigma sebagai kota macet di dunia kini bergeser. 

TomTom traffic index atau indeks lalu lintas TomTom menyatakan bahwa Jakarta saat ini berada di peringkat ke-31 sebagai kota termacet, dari 416 kota lainnya di dunia. Jakarta berhasil keluar dari peringkat 10 besar kota termacet di dunia.

Saat Ahok memimpin, Jakarta masuk 4 besar kota termacet di dunia. Melalui akun resmi twitter Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, @DKIJakarta berterima kasih kepada masyarakat di Ibu Kota.

Sebab, kemacetan di Jakarta saat ini sudah berkurang jauh dari tahun-tahun sebelumnya. "Terima kasih kepada seluruh masyarakat Jakarta. Menurut Tom Tom Traffic Index terbaru, Jakarta keluar dari 10 besar kota termacet di dunia.

Kini, kemacetan Jakarta jauh berkurang, berada di posisi ke-31 dari total 416 kota lain," demikian cuitan akun twitter @DKIJakarta yang diunggah pada Minggu (17/1/2021). Berdasarkan data yang diunggah akun twitter @DKIJakarta, Ibu Kota sempat berada di peringkat ke-4 sebagai kota termacet di dunia pada 2016, dengan tingkat kemacetan sebesar 61 persen.

Kemudian, peringkat itu menurun pada 2017. Di mana, Jakarta tercatat jadi kota ke-7 yang paling macet di dunia. Peringkat tersebut kembali turun pada 2018. Jakarta berada di peringkat ke-10 sebagai kota termacet di dunia, dengan tingkat kemacetan 53 persen.

Saat ini, Jakarta berhasil keluar dari 10 besar kota termacet di dunia. Pada 2020, Jakarta menduduki peringkat ke-31 kota termacet dari 416 kota di dunia.

"Sejak 2017, peringkat Jakarta terus membaik hingga tahun ini keluar dari 10 besar dan berada di peringkat 31 dengan persentase 36 persen (turun 17 persen dari tahun sebelumnya). Artinya, Jakarta semakin tidak macet," demikian penjelasan dari data yang diunggah Pemprov DKI.***

Editor : Markon Piliang