logo

Presiden: Vaksinasi Kunci Pengendalian Pandemi Dan Kebangkitan Ekonomi

Presiden: Vaksinasi Kunci Pengendalian Pandemi Dan Kebangkitan Ekonomi

Foto: Dok Biro Pers Setpres.
16 Januari 2021 23:23 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak bangsa Indonesia untuk optimis bahwa awal 2021 akan menjadi sebuah titik balik permasalahan pandemi yang dialami selama tahun 2020. Ia pun berharap kesehatan masyarakat akan segera pulih walaupun harus tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Dan, kita juga ingin perekonomian segera bangkit kembali dan pengendalian pandemi, terutama melalui vaksinasi adalah game changer, adalah kunci yang sangat menentukan," kata Presiden Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2021secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (15/01/2021) malam.

Hadir mendampingi Presiden di Istana Kepresidenan Bogor adalah  Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

Dengan demikian, ujar Presiden, masyarakat akan bisa bekerja kembali, anak-anak bisa belajar di sekolah lagi, dan bangsa Indonesia bisa kembali beribadah dengan tenang dan perekonomian nasional bisa segera bangkit.

Presiden bercerita, dua hari lalu program vaksinasi gratis bagi seluruh rakyat Indonesia secara resmi sudah dimulai. Seluruh prosedur dan tahapan pengembangan vaksin telah dilalui dengan baik dan berjalan lancar.

Penelitian dasar ilmiah hingga uji klinis telah dilakukan sejak bulan Agustus. Badan Pengawas Obat dan Majanan (BPOM) juga telah mengeluarkan izin  penggunaan darurat (Emergency Use Authorization - UEA) dan hasil aplikasi vaksin yang diuji sudah di atas standar yang ditetapkan WHO (World Health Organization), di samping Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menyatakan bahwa vaksin halal.

Menurut Presiden, sistem pendukung vaksinasi juga telah direncanakan dan telah siap sejak beberapa bulan lalu. Ini adalah sebuah langkah penting, langkah bersama untuk membawa bangsa keluar dari pandemi, memberikan perlindungan kesehatan dan keselamatan pada rakyat, serta akan mempercepat pemulihan ekonomi nasional secara cepat. 

Kepala Negara menjelaskan, tanggal 13 Januari lalu, dirinya dan beberapa perwakilan dari berbagai golongan sudah divaksin dosis pertama. Kemudian, tanggal 14 Januari 2021, telah dilakukan vaksinasi perdana di 26 provinsi dan Jumat (15/01/2021) hari ini, di delapan provinsi, terus akan diteruskan ke seluruh kabupaten dan kota. 

"Dan, saya juga telah memerintahkan agar proses vaksinasi kepada kurang lebih 181,5 juta rakyat Indonesia bisa diselesaikan sebelum akhir tahun 2021 ini," kata Presiden.

Pemerintah, menurut Jokowi, juga telah mengamankan atau memesan 426 juta dosis vaksin untuk rakyat yang berasal dari empat perusahaan dan negara yang berbeda. Jadi, di bulan Januari kurang lebih perkiraannya 3 juta, Februari 4,7 juta, Maret 8,5 juta, April 16,6 juta, Mei 24,9 juta, Juni 34,9 juta. "Itu di dalam perencanaan yang telah kita buat, meskipun bisa berubah lebih banyak lagi kita harapkan," ungkap Presiden.

Dengan vaksinasi massal, Presiden berharap akan muncul herd immunity (kekebalan komunal) bangsa Indonesia sehingga risiko penyebaran Covid-19 akan berhenti dan kegiatan perekonomian akan sepenuhnya pulih kembali. 

 

"Inilah kerja besar yang ingin kita kerjakan dan kita meminta kesadaran kita semuanya, meskipun nantinya, meskipun sudah divaksin, ini selalu saya sampaikan, tetap yang namanya disiplin terhadap protokol kesehatan tetap harus dijalankan dengan ketat, sampai seluruh dunia kembali normal tanpa pandemi," ujar Presiden pula. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH