logo

Sesepuh TNI Sayidiman Suryohadiprojo Meninggal Dunia

Sesepuh TNI Sayidiman Suryohadiprojo Meninggal Dunia

Letjen TNI (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo
16 Januari 2021 20:15 WIB
Penulis : Windrarto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Sesepuh TNI Sayidiman Suryohadiprojo meninggal dunia, Sabtu (16/1/2021) sore.Purnawirawan jenderal bintang tiga ini menghembuskan nafas terakhir dalam usia 93 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Kabar duka salah satunya disampaikan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR Fadli Zon. Dia menyampaikan belasungkawa atas kepergian Sayidiman.

“Turut berduka cita wafatnya intelektual TNI Letnan Jendral (Purn) Sayidiman Suryohadiprodjo, mantan Gub Lemhannas, Wakasad. Al Fatihah,” tutur Fadli melalui akun resmi di Twitter, Sabtu (16/1/2021).

Purnawirawan perwira tinggi (PATI) TNI-AD kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, 21 September 1927, merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Yogyakarta pada 1948. Dalam rekam jejak militernya, dia pernah ikut dalam perang kemerdekaan melawan penjajah. Ketika berdinas di TNI, Sayidiman pernah ditugaskan melawan pemberontakan Darul Islam, PRRI/Permesta, dan G30S/PKI.

Sejumlah jabatan pernah diemban Sayidiman antara lain pernah dipercaya sebagai Pangdam XIV/Hasanuddin di Makassar (1968), Ketua Gabungan III/Personel Hankam (1970), dan jabatan terakhirnya di lingkungan TNI AD adalah sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat berpangkat Letnan Jenderal TNI tahun 1973-1974..

Dari Markas Besar Angkatan Darat, dia selanjutnya dipercaya sebagai Gubernur Lemhannas (1974-1978). Sayidiman pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang (1979). Dia juga pernah menjadi penasihat Menteri Negara Riset dan Teknologi dalam bidang Hankam (1983).

Almarhum juga dipercaya menjadi anggota Dewan Pakar ICMI Pusat (1990-1995) dan Wakil Ketua Dewan Penasihat ICMI Pusat (1995-2000).

Dia dikenal sebagai jenderal intelektual karena menelurkan berbagai buku, di antaranya Taktik dan Tehnik Infantri (karya terjemahan, 1954) Pancasila, Islam, dan ABRI (1992), Sayidiman's Collected Writings-in English, Dutch, & Deutsch (2014), hingga Masyarakat Pancasila (2019).***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto