logo

Ketatkan Protokol Kesehatan Dengan Sertifikasi Covid Secure

Ketatkan Protokol Kesehatan Dengan Sertifikasi Covid Secure

Penyerahan sertifikasi Covid-19 Secure kepada Baznas Pusat, Jumat (15/1/2021).
15 Januari 2021 13:50 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Puaat meraih sertifikasi Covid-19 Secure yang diverifikasi oleh badan sertifikasi internasional, Worldwide Quality Assurance (WQA) Asia Pacific.

Covid Secure adalah verifikasi dari WQA yang independen dan kompeten, untuk menjamin suatu organisasi telah menjalankan kriteria aman dalam pencegahan potensi penularan Covid-19. Baznas dinilai telah memenuhi berbagai kriteria dan berhasil menjalankan implementasi dari peraturan pemerintah mengenai panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Dalam proses mendapatkan sertifikasi ini, Baznas telah melalui dua tahapan verifikasi, yakni verifikasi sistem yang dilakukan online dan verifikasi area yang dilakukan dengan mengunjungi kantor Baznas di Jakarta.

Kunjungan dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah potensi penularan Covid-19. Ketua BaznasH. Noor Achmad, menyampaikan terima kasihnya kepada WQA atas sertifikasi yang telah diberikan.

Noor menyebut, sertifikasi ini menjadi bukti bahwa Baznas berhasil memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan bagi amilin/amilat, mustahik/muzaki, mitra kerja, vendor, serta masyarakat untuk berada dan beraktivitas di lingkungan Baznas yang aman dari penularan Covid-19.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dengan adanya sertifikasi Covid Secure. Lingkungan yang sehat dan nyaman turut mendorong kinerja Baznas Pandemi terbukti tak menyurutkan semangat Baznas untuk terus menjalankan fungsinya sesuai Undang-Undang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Noor.

Ia menambahkan, Baznas akan terus berkomitmen untuk menerapkan upaya terbaik dalam rangka menjamin kesehatan dan keselamatan semua pihak yang terlibat.

"Pelayanan zakat harus tetap berjalan secara optimal dalam kondisi apapun. Untuk itu, kami mengupayakan lingkungan kerja harus steril,” ucap Noor. Noor menyebut verifikasi dari WQA adalah bagian upaya luar biasa yang dilakukan Baznas.

Menurutnya, segala upaya ini adalah salah satu cara memohon keselamatan dari Allah SWT.

"Kami harapkan jangan sampai verifikasi yang akan datang menurun, justru harus meningkat. Jadi kita juga berbicara tentang bagaimana pengamanan ini selanjutnya dan kita komitmen untuk terus melakukan pengamanan dari bahaya Covid-19. Itu adalah upaya kita mencari sunnatullah," kata Noor.

Berbagai prosedur pengamanan ketat diterapkan di kantor Baznas selama masa pandemi. Petugas jaga diwajibkan untuk memakai Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, sarung tangan latex dan kacamata pengaman.

Khusus untuk masker dan sarung tangan, harus diganti dua kali sehari. Pemeriksaan dari petugas jaga terkait suhu amil atau tamu yang berkunjung ke kantor Baznas juga turut dilakukan.

Ambang batas suhu yang ditetapkan tidak melebihi 37,3 derajat celsius. Jika kedapatan melebihi ambang batas yang telah ditetapkan, maka tidak diperkenankan masuk gedung. Selanjutnya pada lift kantor juga terpasang stiker lantai untuk pengaturan jarak penumpang di dalam lift.

Stiker ini dibuat dengan komposisi seluruh penumpang saling membelakangi untuk mengurangi kontak fisik antara penumpang lift. Selain itu petugas dari cleaning service juga rutin membersihkan setiap barang yang masuk, meliputi dokumen dan paket yang dikirim ke alamat kantor Baznas.

Langkah ini untuk menghindari barang yang dikirimkan mengandung Covid-19 yang menempel pada penutup paket.

Sementara itu, Regional Manager WQA Asia Pacific, Muhammad Aristian mengucapkan selamat atas keberhasilan Baznas mendapatkan sertifikasi Covid Secure Verification.

"Pencapaian ini merupakan bukti nyata dari pimpinan Baznas untuk menjaga kesehatan dan keselamatan amil dan seluruh pihak terkait yang beraktivitas di lingkungan Baznas. Mengamankan keberlangsungan aktivitas Baznas adalah langkah penting untuk memastikan keberlanjutan aktivitas organisasi ke depannya. Verifikasi ini juga menjamin dilakukannya peningkatan secara berkesinambungan dalam penanganan pandemi Covid-19 khususnya di lingkungan Baznas," kata Muhammad Aristian.

Aristian menambahkan, verifikasi ini bukanlah merupakan jaminan tak adanya kasus positif di internal Baznas, karena bukan hal mudah untuk mengontrol orang saat beraktivitas di luar lingkungan Baznas.

Namun, verifikasi ini menjadi kontrol, jangan sampai ada penularan Covid-19 di lingkungan kantor Baznas. Karena Baznas sudah konsisten menjalankan prinsip pengamanan di kantor dengan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Saya setuju kita tak bisa menjamin tidak ada covid di lingkungan kita, tapi kita berusaha tak ada penularan di lingkungan kantor. Tantangan ke depan adalah bagaimana kita mengontrol ini secara konsisten di lingkungan Baznas," katanya. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH