logo

Efikasi 65,3 Persen Vaksin Covid-19 Penuhi Syarat

Efikasi 65,3 Persen Vaksin Covid-19 Penuhi Syarat

Istimewa
15 Januari 2021 04:38 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - JAKARTA: Vaksin Covid-19 Dengan Efikasi 65,3% sudah memenuhi syarat vaksinasi.

Keraguan masyarakat mengenai efikasi vaksin Covid-19 perlu ditepis. Pasalnya vaksin Covid-19 dengan nilai efikasi melebihi 50% merupakan standar yang

sudah ditetapkan WHO. Nilai ini pun tidak mempengaruhi keamanan vaksin tersebut dan bisa diberikan kepada masyarakat luas sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, DrPH, Pakar Kesehatan Masyarakat, mengatakan

“Pada dasarnya nilai efikasi 65,3% sudah baik, dari segi persyaratan sudah mencukupi. Perlu

dicatat, tidak ada hubungannya efikasi dengan keamanan vaksin. Dari segi konsep akademik

vaksin ini sudah memenuhi syarat,” ujarnya.

Dengan hasil efikasi 65,3% tersebut Prof. Hasbullah menyarankan agar pemerintah bisa

memastikan perlindungan kepada masyarakat “Sementara itu yang kita butuhkan adalah saat ini

efektivitas. Saya lebih cenderung mendukung pernyataan Presiden Jokowi agar 100 persen

penduduk dilindungi. Maka kita akan punya efektivitas yang lebih tinggi. Namun begitu protokol kesehatan 3M: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, harus tetap jalan sehingga masyarakat jangan berestimasi terlalu tinggi meskipun sudah divaksinasi,” tambahnya.

Pentingnya terus mengkomunikasikan penegakkan disiplin protokol kesehatan ini merupakan

upaya berkesinambungan untuk mendukung program vaksinasi. “Hal ini perlu terus disuarakan

agar pemahaman dan kedisiplinan masyarakat terus dipertahankan,” ujarnya.

Kendati begitu, pandemi tidak benar-benar berakhir karena menurut Prof. Hasbullah untuk

mengakhiri pandemi perlu 70 persen penduduk dunia divaksinasi. “Oleh karena itu dunia memiliki

lembaga COVAX yang disediakan bersama bank dunia, WHO, dan UNICEF. Karena ini

kepentingan dunia, tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu negara. Dan dalam satu negara tidak

bisa hanya satu komunitas saja yang berpartisipasi, semua harus ikut, karena merupakan kepentingan bersama.”

Masyarakat juga diimbau agar tidak ragu-ragu menerima vaksin. Warga tidak boleh ragu-ragu

karena target kekebalan komunitas tidak akan tercapai kalau ada keraguan. Sehingga, target

memutar kembali roda perkenomian pun tidak tercapai.

Dari segi ilmu manajemen ini disebut start

with the low hanging fruit, ambil yang sudah dekat jangan yang tinggi atau jauh-jauh, tapi jangan

kemudian menjadi lengah, vaksin yang lain juga perlu diambil atau dipersiapkan, demikian Prof.Hasbullah ***

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto