logo

Persiapan Pembersihan Sampah Di Muara Cisadane, RIO Dan Relawan Survei Lokasi

Persiapan Pembersihan Sampah Di Muara Cisadane, RIO Dan Relawan Survei Lokasi

14 Januari 2021 22:10 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - TANGERANG: Sampah yang menumpuk membentuk sebuah pulau yang bermuara di ujung kali Cisadane, Tanjung Burung, Teluk Naga, Tangerang menjadi persoalan tersendiri. Terlebih tumpukan sampah itu mengeras dan membentuk daratan. Perlu kerja keras besar-besaran untuk mengatasi persoalan sampah ini.

Sampah yang telah membentuk pulau ini menjadi perhatian Restoring Integrity To The Ocean, Inc (PT. Indonesia Oceans Integrity (RIO)), sebuah perusahaan internasional yang bergerak di bidang lingkungan hidup dan pengolahan sampah. RIO bersama tim relawan peduli sampah di Indonesia dan Naila Novaranti sang pelatih, penerjun payung internasional, bersama stakeholder lainnya akan beraksi mengeruk sampah di lokasi Tanjung Burung akhir Februari mendatang.

"Kita ada di sini karena peduli terhadap kehidupan nelayan di sini.  Mereka mencari ikan tentu akan lebih sehat jika lingkungannya bersih, bebas dari sampah. Karena itu kami juga ingin mengajak nelayan  di sini untuk ikut berpartisipasi sebagai relawan saat pembersihan sampah nanti," kata Chief Executive Officer RIO, Kieran Kelly.

Lebih jauh Kieran Kelly mengatakan persoalan sampah bukan lagi persoalan satu negara. Ini sudah menjadi persoalan global. Sampah di laut bisa mengotori wilayah laut di berbagai belahan dunia. "Persoalan sampah persoalan kita semua. Kami siap membantu membersihkan sampah di muara Cisadane ini. Tentu kami juga butuh suport dari berbagai elemen masyarakat. Terutama dari pemerintah pusat, dari pemerintah daerah, TNI, Polri dan stakeholder lainnya," ujar Kieran Kelly. Dikatakan Kelly, siapa pun bisa membantu aksi pembersihan sampah ini.

RIO yang berpusat di Amerika, beberapa waktu lalu memang telah mengumumkan akan membantu Indonesia dalam penanganan sampah di lautan. RIO memiliki pengalaman dalam menyulap timbunan sampah menjadi wilayah yang indah hingga bisa menjadi destinasi wisata.

Untuk mematangkan rencana pengerukan sampah berskala besar di teluk Cisadane ini, Naila, RIO, tim relawan, dan stakeholder dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Tangerang melakukan survei di lokasi,  Kamis (14/1/2021).

Survei dilakukan untuk memetakan berbagai langkah seperti persiapan pengerukan, seputar lokasi, alat berat, jalur pemindahan, sampai bagaimana mengatasi berbagai kendala yang bakal dihadapi saat pengerukan sampah besar-besaran yang rencananya akan dilakukan Februari mendatang. "Semula kita rencananya Januari ini, tapi karena ada penerapan PSBB maka kita undur," ujar Naila.

Untuk mencapai medan sampah yang sudah seperti pulau saat air laut surut itu memang tidak mudah. Kita harus menggunakan perahu kecil untuk mencapai lokasi sekitar 3 km. Karena permukaan air yang dangkal tidak bisa dilalui kapal besar. Jika sampah diangkut dengan perahu, tentu bolak balik membutuhkan waktu yang lama.

"Kita di sini, survei lapangan guna memetakan apa-apa saja yang dibutuhkan, persiapan pengerukan di sekitar lokasi, alat berat yang bakal digunakan, jalur yang akan dilewati hingga perkiraan kendala yang kemungkinan dihadapi dan bagaimana mengatasinya nanti," ujar Naila.

Menurut Naila, selain jalur perjalanan mengangkut sampah tidak mudah, juga harus memperhatikan waktu air laut pasang dan surut. Karena sampah yang seperti pulau itu baru akan terlihat jelas jika air laut surut. "Waktu air surut itu hanya berlangsung sebentar, kisaran empat jam. Jadi disaat itulah kita harus bekerja cepat untuk mengangkut sampah," ujar Neila. 

Waktu air laut pasang surut yang tidak menentu juga menjadi tantangan sendiri. Meski bisa diperkirakan, namun waktunya  tak pernah pasti. "Karena itu kita harus sudah standbay pagi-pagi sekali. Harus sudah dipersiapkan sebelumnya. Jadi saat air surut kita langsung kerja," ujar Naila.

Dikatakan Naila pembersihan sampah dengan area hingga berkilometer itu membutuhkan banyak relawan. Paling tidak bakal terlibat sekitar +_ 3000 Relawan. "Meski yang terlibat nanti banyak, kita akan tetap dengan protokol kesehatan. Dan relawan ini tidak kumpul di satu titik. Karena luas areanya hingga 5 kilometer. Kan tugasnya juga terbagi, ada yang di kapal, ada alat berat, ada perahu-perahu kecil, dan sebagainya," ujar Naila.

Sementara itu, saat dihubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, pihaknya sangat senang jika memang ada yang mau membantu dalam mengatasi persoalan sampah ini. Kegiatan survei lokasi yang dilakukan pada Kamis (14/1/2020) juga telah berkordinasi dengan pemkab setempat.

"Memang kegiatan survei ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat kordinasi kita kemarin. Jika kita sudah survei kita tahu apa saja kendalanya. Yang terpenting kordinasi antar stakeholder karena ini pekerjaan besar.  Kalau bisa juga melibatkan pusat dan provinsi," kata Ahmad Taufik yang mengaku tak bisa menemani survei karena ada rapat yang tidak bisa ditinggalkan.

"Kami berterima kasih atas ide pengerukan sampah di muara kali Cisadane, dan sangat menyambut baik dan mengapreasi dengan setinggi-tingginya. Kami Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membantu. mensupport dengan sebaik-baiknya dan mudah-mudahan rencana ini berjalan dengan baik dan sukses," ujar Ahmad Taufik 

Ditambahkan Ahmad Taufik, pihaknya juga akan mendorong partisipasi masyarakat sekitar untuk ikut membantu pembersihan sampah di muara  kali Cisadane ini.

Keiran Kelly sendiri berharap, sebelum pembersihan sampah diharapkan akan banyak pihak yang bisa dan mau membantu seperti relawan, pihak terkait, masyarakat peduli sampah sampai kementrian. "Karena ini akan banyak membutuhkan bantuan seperti alat berat, truk dan sebagainya untuk mengangkut sampah yang jumlahnya berton-ton. Kami sangat terbuka sekali," harap Keiran Kelly.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto