logo

Aktivis: Tangani Bencana Risma Tunjukkan Kerja Dengan Welas Asih

Aktivis: Tangani Bencana Risma Tunjukkan Kerja Dengan Welas Asih

Risma menunjukkan empati kepada korban bencana yang baru baru ini menyedot perhatian publik. ( Istimewa)
14 Januari 2021 16:13 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kesigapan Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam menangani dua bencana  berdekatan, yakni kecelakaan pesawat Sriwijaya Air serta bencana longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, mendapatkan apresiasi positif di kalangan pegiat sosial. Tak hanya turun langsung ke lokasi,  tapi Risma telah menunjukkan  sentuhannya yang   welas asih.

Aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Berhuma, Khoirul Anam, mengatakan sifat welas asih Risma terlihat dari kinerjanya dalam menangani dua bencana beruntun yang menyita perhatian publik, yaitu  kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, dan bencana longsor di Sumedang yang memakan banyak korban.

“Di lokasi, Bu Risma tak hanya cekatan dan trengginas, melainkan pula penuh welas asih,” kata Khoirul.  Di Bandara Soekarno-Hatta, Risma  tak hanya datang ke posko utama guna menenangkan dan menyatakan simpati kepada keluarga korban, tapi juga  memastikan keberadaan petugas pemberi layanan psikologis untuk keluarga korban.

“Tampaknya, sebagai seorang perempuan, seorang Ibu, Risma terpikir untuk memberikan pelayanan seperti itu,” kata Khoirul.

Sementara saat di Sumedang, Risma yang tak canggung wara-wiri di jalanan becek akibat longsoran, memimpin langsung proses penanggulangan, termasuk memberikan bantuan untuk para korban, mendirikan tenda darurat dan dapur umum.

“Itu membuat para korban longsoran dipastikan tak akan kesulitan makanan dan kebutuhan dasar lainnya,” kata Khoirul. Ia juga menunjuk beberapa berita di media massa, tentang sisi-sisi kemanusiaan yang terjadi, termasuk menyoal jas hujan dan sepatu boots Risma yang keduanya kebetulan berwarna pink.

Di Sumedang,  Risma langsung mengunjungi para keluarga korban longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat.

Risma menerobos rintik hujan dan mendatangi rumah-rumah korban longsor Minggu (10/1) malam lalu. Risma berusaha menenangkan keluarga korban longsoran itu, sambil kemudian memberikan bantuan tunai masing-masing sebesar Rp 15 juta.

Risma bahkan menenangkan seorang ibu yang kehilangan suaminya akibat longsor tersebut.

“Ibu harus kuat. Ibu lihat saya. Kita harus percaya takdir. Suami Ibu insya Allah, mati syahid,"kata Risma, sambil mendekap ibu tersebut.

Selain bantuan dana tunai, Risma juga memberi bantuan lain untuk para korban. "Saya berharap kita bisa segera melakukan evakuasi, terutama bagi warga yang kondisinya rentan untuk terkena bencana susulan. Saya tadi melihat masih ada retakan-retakan di tebing," kata Risma, menunjukkan bahwa dirinya cermat mengevaluasi kondisi.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto