logo

Kondisi Pandemi: 17 Januari, 6 Ruas Tol Alami Kenaikan

Kondisi Pandemi: 17 Januari, 6 Ruas Tol Alami Kenaikan

14 Januari 2021 14:34 WIB
Penulis : Silli Melanovi

SuaraKarya.id - JAKARTA: PT Jasa Marga (Persero) Tbk mulai 17 Januari 2021 akan melakukan penyesuaian tarif terhadap enam ruas tol walau masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Sekretaris Perusahaan Jasa Marga Agus Setiawan mengungkapkan bahwa kapan pun tidak akan ada waktu yang tepat untuk melakukan penyesuaian tarif tol saat masa pandemi Covid-19.

Agus menegaskan, penetapan penyesuaian tarif sudah cukup lama mengalami penundaan. "Mohon dipahami, kami badan usaha jalan tol (BUJT) dengan Kementerian PUPR dan Kementerian BUMN sudah sangat memperhatikan banyak pertimbangan dengan kondisi yang ada," kata Agus dalam konferensi video, Kamis (14/1/2021).

Agus menuturkan, Jasa Marga juga sangat prihatin terhadap kondisi pandemi Covid-19. Hanya saja, dampak dari pandemi juga menurutnya dialami semua pihak.
"Masyarakat terdampak, demikian juga BUJT. Dengan adanya pembatasan perjalanan dan protokol Covid-19 berdampak sangat signifikan. Hampir 50 persen volume kendaraan berkurang," jelas Agus.

Jasa Marga memastikan terdapat rasionalisasi sehingga terdapat tarif yang naik dan juga turun. Agus menegaskan, Jasa Marga tetap berupaya untuk memenuhi standar pelayanan minimal (SPM).

Dia menambahkan, khusus Tol Layang Jakarta-Cikampek juga pada akhirnya akan ditetapkan tarifnya yang terintegrasi dengan Tol Jakarta-Cikampek eksisting. "Seharusnya ditarifkan jauh-jauh hari, sudah dioperasikan gratis sejak 15 Desember 2019 tapi baru ditarif saat ini," ungkap Agus.

Dijelaskan Agus, perusahaan juga perlu mempertimbangkan kelangsungan bisnis karena Tol Layang Jakarta-Cikampek investasi badan usaha. Karenanya, investasi tersebut hanya bisa dikembalikan dari pendapatan tol."Apabila tidak ada pengembalian investasi maka BUJT akan ambruk," tutur Agus.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Mahbullah Nurdin meminta BUJT dapat memenuhi SPM setelah adanya penyesuaian tarif. Nurdin menegaskan, kepentingan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan BUJT harus terpenuhi. "Kami mohon BUJT memberikan performa dan pelayanan yang optimal kepada pengguna jalan," ungkap Nurdin.

Nurdin memastikan, pemerintah menetapkan penyesuaian tarif juga memperhitungkan kemampuan atau daya beli pengguna jalan. Selain itu juga mempertimbangkan kelangsungan investasi dari BUJT. "Kami BPJT sangat serius dalam mempertimbangkan keseimbangan (pengguna jalan tol dan BUJT). Penundaan penyesuaian juga kami lakukan dengan memperhatikan kondisi masyarakat termasuk pandemi Covid-19," jelas Nurdin.

Nurdin menilai, saat ini pertumbuhan ekonomi mulai membaik. Selain itu juga didukung dengan penerapan vaksin Covid-19 yang sudah dimulai sejak kemarin (13/1/2021). "Insya Allah pandemi segera diangkat dari bumi Indonesia sehingga ekonomi membaik. Maka ini (penyesuaian tarif tol) dilaksanakan mulai 17 Januari 2021," tutur Nurdin.
 
Enam ruas tol yang akan melakukan penyesuaian tarif yakni Jakarta Outer Ring Road (JORR), Cikampek-Padalarang (Cipularang), Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi), Semarang Seksi A,B,C, Palimanan-Kanci (Palikanci), dan Surabaya-Gempol (Surgem). Selain itu, tarif juga akan diberlakukan untuk Tol Layang Jakarta-Cikampek yang akan terintegrasi dengan Tol Jakarta-Cikampek eksisting.***

Editor : Markon Piliang