logo

Kerja Sama Dua Kejati Hasilkan Satu Terpidana Buronan Terciduk

Kerja Sama Dua Kejati Hasilkan Satu Terpidana Buronan Terciduk

terpidana buron Stefen Agustinus setelah dibekuk Tim Tabur Kejati Sumut
14 Januari 2021 11:25 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Berkat koordinasi yang baik antara Kejati Sumatera Utara dengan Kejati Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya dapat diringkas terpidana buron Stefen Agustinus oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) di kediamannya di Jalan Metal Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Rabu (13/1).

Stefen Agustinus yang terpidana kasus perdagangan orang sudah menjadi buronan sejak 2018. Kepala Kejati (Kajati) Sumut IBN Wiswantanu diwakili Asintel Dwi Setyo Budi Utumo mengatakan penangkapan Stefen merupakan permintaan dari Kejati Nusa Tenggara Timur (NTT). "Penangkapan buronan tersebut permintaan dari kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur kepada Kejaksaan Tinggi Sumut tanggal 12 Januari 2021," kata Budi Utomo di Medan, Rabu (13/1/2021), sebagaimana dirilis Antara.

Budi Utomo menjelaskan, dalam operasi penangkapan tersebut tim intelijen Kejati Sumut menyaru sebagai masyarakat yang ingin mengirimkan barang ke Sabang, Aceh. Strategi itu dilakukan untuk memudahkan tim bisa masuk ke dalam rumah Stefen Agustinus. Sebab, kata Budi, kediaman terpidana itu juga dijadikan sebagai kantor ekspedisi pengiriman barang dari Medan ke Sabang. "Tidak ada perlawanan pada saat tim mengamankan terpidana di rumahnya," ujar Budi Utomo.

Budi Utomo juga menjelaskan, sesuai dengan amar Putusan Mahkamah Agung Nomor: 2479.PID.SUS.2017 tanggal 31 Januari 2018, terpidana melanggar Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdangangan Orang. "Terpidana (Stefen Agustinus) dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara," katanya. Budi menambahkan bahwa tim intelijen membawa terpidana Stefen Agus ke Kejati Sumut, untuk selanjutnya diserahkan kepada tim Kejati NTT.

Hukuman terhadap Stefen terkait vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Kupang, Selasa, 30 Mei 2017, berkaitan dengan kasus kematian tenaga kerja wanita Yufrinda Selan di Malaysia. Yunfrida dikirim ke Malaysia oleh terpidana secara ilegal.

"Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan TPPO (tindak pidana perdagangan orang) terhadap Yufrinda Selan," kata hakim.

Selain Stefen Agustinus turut disidangkan pula tujuh terdakwa lainnya, yaitu Yasmin Benyamin Ndun, Tony Pa, Kamaruddin Harahap, Rahmawati, Gawat Mardiyo, Yusak Sabekti Gunanto dan Sella Rica dan Diana Aman.

Mereka dihukum antara 7-9 tahun penjara. Putusan hakim terhadap mereka lebih rendah dari tuntutan Jaksa selama 10 tahun penjara. Dalam pembacaan tuntutan terhadap Diana, aktor intelektual kasus ini  tanpa dihadiri pula oleh Diana yang lebih dulu kabur.***

 

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto