logo

KPK Ultimatum Tin Zuraida Agar Kooperatif Penuhi Panggilan

KPK Ultimatum Tin Zuraida Agar Kooperatif Penuhi Panggilan

KPK
14 Januari 2021 11:18 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tin Zuraida, istri eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, bakal dipanggil lagi oleh penyidik KPK. Jika mangkir lagi tanpa alasan yang jelas, maka bukan tidak mungkin Tin Zuraida yang akan diperiksa terkait kasus merintangi penyidikan yang dilakukan tersangka Ferdy Yuman (FY) bakal dijemput paksa.

“Ya penyidik KPK bakal memanggil lagi saksi Tin Zuraida. Semoga saja kooperatif. Jika ternyata masih mangkir lagi, maka KPK penya cara sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Plt Jubir KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Kamis (14/1/2021). Tin Zuraida yang juga merupakan Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara ini sedianya diperiksa sebagai saksi pada Selasa (12/1/2021). Dia tidak hadir tanpa keterangan sehingga akan dilakukan pemanggilan kembali.

Informasi yang berkembang saat Nurhadi dan menantu buron serta pengusaha Hiendra Soenjoto, mobil dinas Tin Zuraida sempat dipergunakan para buronan untuk mengelabui petugas KPK yang mengejar-kejar buruannya.

Terkait hal itu pulalah, penyidik KPK mengultimatum agar Tin Zuraida untuk kooperatif saat dipanggil penyidik. "KPK tetap mengimbau untuk kooperatif memenuhi kewajiban hukum tersebut," pungkas Ali. Selain Tin Zuraida, dua orang saksi lainnya dipanggil di hari yang sama juga tidak hadir. Keduanya adalah Oktaria Iswara Zen selaku karyawan swasta dan Edina Dibayanti selaku karyawan swasta. Keduanya akan dilakukan penjadwalan ulang pemanggilan.

Ferdy Yuman telah ditangkap penyidik KPK pada Sabtu malam (9/1) disebuah Hotel di wilayah Kota Malang, Jawa Timur. Ferdy kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan pada Minggu (10/12021).

Dalam perkara ini, Ferdy diduga terlibat menyembunyikan keberadaan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono (RZH) saat ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh KPK.

Mantan supir dari Rezky ini diduga melakukan beberapa hal yang menyebabkan menjadi tersangka KPK. Ferdy diduga menyewa sebuah rumah di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Februari 2020 atas perintah Rezky.

Rumah tersebut digunakan Nurhadi dan istrinya, Tin Zuraida (TZ) serta keluarganya dan Rezky untuk bersembunyi. Selain itu, Ferdy juga diduga hendak membawa kabur Nurhadi dan Rezky saat KPK akan menangkap di rumah tersebut. Namun demikian, Ferdy melarikan diri saat KPK akan menangkapnya.

Kemudian, pada Juli 2020, penyidik melakukan upaya penggeledahan di rumah keluarga Ferdy di Sidosermo, Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya, Jawa Timur. Namun, Ferdy dan pihak keluarganya tidak kooperatif. Bahkan, Ferdy juga tidak memenuhi panggilan penyidik saat dipanggil sebagai saksi. Akibatnya, nasib Ferdy kurang lebih sama dengan apa yang dialami pembela Frederick Yunadi, yang berusaha melindungi/menyembunyikan Setya Novanto sampai akhirnya Frederick harus menjalani proses hukum dan saat ini jalani hukumannya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto