logo

KPK Berharap Dapat Bersinergitas Dengan Kapolri Baru

KPK Berharap Dapat Bersinergitas Dengan Kapolri Baru

Komjen Listyo Sigit Prabowo
14 Januari 2021 11:13 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango berharap kerja sama lembaga antirasuah dengan Polri semakin bersinergi dalam upaya pemberantasan korupsi nantinya dengan ditunjuknya Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo oleh Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun pada akhir Januari 2021.

"Kita berharap kerja koordinasi antarlembaga Polri dan KPK semakin bersinergi dan memberi hasil guna pada kedua lembaga dalam upaya pemberantasan korupsi," kata Nawawi di Jakarta, Kamis (14/1/2021).

Presiden Jokowi dinilai telah mempertimbangkan secara bijak dan seksama untuk memilih Listyo sebagai calon tunggal Kapolri. Hal itu membawa angin segar bagi KPK, karena koordinasi antara pihaknya dengan Listyo sebagai Kabareskrim dalam upaya pemberantasan korupsi selama ini berjalan baik. "Profil Komjen Listyo Sigit cukup, bahkan sangat baik dalam hubungan koordinasi sesama lembaga aparat penegak hukum," kata Nawawi namun meminta pernyataan yang disampaikannya ada juga sebagai pandangan pribadi, bukan sepenuhnya pandangan lembaga KPK. Soalnya secara pribadi Nawawi suka dengan Komjen Listyo, begitu care dan luar biasa tenang.

Presiden Jokowi melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) telah menyerahkan Surat Presiden (Surpres) mengenai penunjukkan Listyo sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Idham Azis kepada DPR, Rabu (13/1/2021). Surpres itu diterima oleh Ketua DPR, Puan Maharani di Gedung Parlemen. Komjen Listyo akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan yang rencananya digelar Komisi III DPR pada pekan depan.

Terkait penunjukan itu, KPK juga meminta Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo melengkapi data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir dilaporkan pada 11 Desember 2020 sebagai Kabareskrim tahun pelaporan 2019.

Listyo mengklaim memiliki total harta Rp 8,3 miliar. Namun, dalam LHKPN Listyo tercantum catatan KPK yang menyebut LHKPN itu tidak lengkap berdasarkan hasil verifikasi pada 4 Januari 2021. "Terkait status pengumuman LHKPN yang tercatat tidak lengkap, maka sebagai wajib LHKPN, kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan dapat dilengkapi saat menyampaikan laporan periodik tahun pelaporan 2020 yang dilakukan mulai tanggal 1 Januari hingga 31 Maret 2021," kata Plt Jubir KPK, Ipi Maryati.

KPK berwenang melakukan pendaftaran dan pemeriksaan terhadap LHKPN sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 19 Tahun 2019 pasal 7 ayat (1) huruf a. Kewenangan ini senantiasa dilakukan KPK dalam rangka meningkatkan integritas dan membangun akuntabilitas penyelenggara negara, sebagai salah satu upaya pencegahan tindak pidana korupsi. "Kami berharap LHKPN dapat menjadi instrumen pengawasan yang menimbulkan keyakinan pada diri penyelenggara negara bahwa laporan mereka diperiksa dan diawasi," kata Ipi.

Komjen Listyo berkomentar singkat atas pencalonan dirinya sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun. “Terima kasih atas dukungannya. Mohon doanya agar bisa melaksanakan rangkaian fit and proper test dengan baik,” kata Listyo.

Listyo adalah Komjen yang paling yunior di antara empat Komjen lain dalam bursa calon Kapolri. Sigit adalah lulusan Akpol 1991 sementara Idham Azis—yang ia gantikan—adalah lulusan Akpol 1988A. Listyo “melompati” tiga angkatan lainnya yakni 88B, 89, dan 90. Sigit punya masa kerja aktif yang panjang karena ia baru akan pensiun pada 1 Juni 2027 atau masih punya masa kerja 6,5 tahun—sementara jabatan Kapolri biasanya 2-3 tahun.

Kendati begitu, melihat sepakterjang Listyo dalam penegakan hukum tampak begitu banyak praktisi hukum, penegak hukum dan ahli-ahli hukum menginginkan Listyo menunjukkan kinerjanya yang apik sebagai Kapolri.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto