logo

Sembuh Dari Covid, Seorang Dokter Di Solo Membuat Aplikasi Donor Plasma

Sembuh Dari Covid, Seorang Dokter Di Solo Membuat Aplikasi Donor Plasma

Dr Khoirul Hadi, penyintas Covid-19 di Solo membuat aplikasi donor plasma konvalesen
13 Januari 2021 22:58 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Seorang penyintas Covid-19 di Kota Solo membuat aplikasi donor plasma konvalesen untuk memudahkan pasien Covid-19 mendapatkan donor plasma konvalesen. Ide aplikasi tersebut dicetuskan dr Khoirul Hadi SpKK, mantan pasien Covid-19 yang sembuh setelah mendapatkan donor plasma konvalesen.

Aplikasi www.aksidonorplasma.com atau www.akdoplak.com tersebut dibuat untuk menjembatani pencari donor plasma konvalesen dan pendonor plasma konvalesen. Menurut pemilik klinik kecantikan Be Hati Skin Clinic di Solo itu, saat ini banyak pasien Covid yang kesulitan mendapatkan donor plasma konvalesen.

"Selama ini kan belum ada wadah yang menjodohkan keduanya. Jadi idenya membuat wadah untuk mempertemukan antara penyintas yang mau bersedekah plasmanya dengan pencari plasma. Jka saat donor dibutuhkan biaya maka saya berharap yang membiayai ya yang pencari donor," jelasnya.

Sebab, sebelum mendonorkan plasma konvalesen, pendonor tetap harus melakukan test swab untuk memastikan tidak ada lagi virus di dalam tubuhnya. Sedangkan untuk tes swab membutuhkan biaya.

Aplikasinya baru diluncurkan Sabtu (9/1/2021) kemarin. Tapi saat ini aplikasinya baru maintenance (perbaikan). Meskipun baru beberapa hari diluncurkan, sudah ada 200-an pencari donor plasma konvalesen yang menggunakan aplikasi tersebut. Sedangkan pendonor plasma sudah tercatat 60 orang. Sudah ada tiga atau empat orang pendonor dan yang membutuhkan donor berhasil dipertemukan dari aplikasi ini.

"Kalau ditanya kenapa seorang dokter kulit kok perhatian terhadap plasma konvalesen. Ini karena pengalaman sebulan lalu sembuh dari Covid dengan gejala berat dan sempat di ICU. Kemudian saya merasakan tertolong dengan plasma konvalesen ini," paparnya.

Khoirul Hadi juga mengungkapkan manfaat plasma konvalesen bagi pasien Covid sangat besar karena mampu memberikan antibodi bagi tubuh pasien yang akan menghajar virusnya. Plasma konvalesen ini diberikan kepada pasien Covid tingkat sedang dan berat.

Dari pengalamannya saat terpapar Covid-19 dan setelah mendapatkan donor plasma konvalesen, dalam jangan empat hari hasil tes sudah negatif. Selain itu juga banyak testimoni keberhasilan pasien Covid yang sembuh setelah terapi plasma konvalesen.

"Penyintas Covid bisa melakukan donor beberapa kali asalkan antibodinya masih tinggi. Secara teori, penyintas Covid memiliki antibodi hingga enam bulan," katanya.

Permintaan plasma konvalesen saat ini terus meningkat seiring semakin tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Tetapi, jumlah penyintas Covid yang bersedia mendonorkan plasmanya masih sedikit.

Menurut Chief Exceutive Officer (CEO) PMI Solo, Sumartono Hadinoto, Palang Merah Indonesia (PMI) Solo selalu mengajak penyintas Covid-19 untuk mendonorkan plasma konvalesen. Saat ini sudah ada belasan orang mengantre untuk mendapatkan plasma konvalesen.

"Untuk mendapatkan pendonor plasma konvalesen dari pemyintas Covid saat ini masih agak sulit. Mungkin mereka masih takut  ketularan lagi, atau malu kalau diketahui sakit Covid-19," katanya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto