logo

Sidak PSBB, Ariza Minta Pelaku Bisnis Disiplin Terapkan Prokes Covid-19

Sidak PSBB, Ariza Minta Pelaku Bisnis Disiplin Terapkan Prokes Covid-19

Wagub DKI Ariza melakukan sidak ke tempat bisnis di Jakarta, Rabu (13/1/2021).
13 Januari 2021 20:09 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19 di perkantoran, hotel, apartemen, dan mall di Ciputra World 1 & 2, Jakarta Selatan, Rabu (13/1/2021).

Sidak ini dilakukan untuk memastikan pengetatan PSBB berjalan maksimal di DKI Jakarta sesuai jadwal takni 11 - 25 Januari 2021.

Dalam kesempatan itu, Ariza turut didampingi Kadisnakertrans Provinsi DKI J Andri Yansyah, Kasatpol PP Arifin, Plt Kadisparekraf Gumilar Ekalaya, dan Wakil Wali KotaJakarta Setalan Isnawa Adji. 

"Jadi, hari ini saya, atas petunjuk pak Gubernur, kami melakukan pengawasan, peninjauan, dan penindakan beberapa tempat, seperti, mall, hotel, apartemen, dan perkantoran. Alhamdulillah, sejauh penglihatan dan pengetahaun saya, para pelaku usaha sudah cukup baik, disiplin melakukan protokol kesehatan PSBB," kata Ariza usai sidak.

Lebih lanjut, Wagub mengatakan, perkantoran sudah memberlakukan pembatasan pekerja sampai 25 persen. "Di perkantoran, saya lihat ada pembatas-pembatas. Tentu, kami, Satpol PP, Disnaker, Dishub, Dinas Pariwisata, terus melakukan pemantauan," ucapnya.

Sebelumnya, Satpol P DKI telah mengawasi 833 tempat. Dari hasil tersebut, Ariza menyatakan, ada yang dihentikan sementara dan mendapat teguran tertulis. "Selain itu, dari Disnaker melaporkan ada perkantoran yang ditutup, karena terdapat kasus Covid-19 dan melanggar protokol kesehatan," tuturnya.

Ariza turut berterima kasih kepada pihak perkantoran, hotel, apartemen, dan restoran yang sudah memperlihatkan kedisiplinan dalam menerapkan pembatasan dan protokol kesehatan selama tiga hari pertama pengetatan PSBB. Kedisiplinan sangat membantu upaya mengurangi dan memutus mata rantai penularan Covid-19. 

Pengetatan PSBB tentu berdampak pada pelaku usaha. "Namun, kami minta bersabar dan mari berjuang bersama-sama. Kita pastikan bahwa kasus COVID-19 di Jakarta harus segera menurun," ujarnya.  Wagub Ariza mengingatkan, kasus Covid-19 di Jakarta saat ini masih tinggi.

"Hasil hari ini, jumlah kasus sampai 3.476. Ini juga disebabkan testing yang meningkat. Pemprov DKI Jakarta selalu memastikan peningkatan testing," imbuhnya.

Mengenai pemakaman, Wagub Ariza mengungkapkan, penyediaan lahan terus berjalan. Setelah TPU Pondok Rangon dan Tegal Alur hampir penuh, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan lahan pemakaman di Rorotan dan Srengseng Sawah.

"Di Srengseng Sawah sudah mulai dari Selasa (12/1/2021), sebagian jenazah penderita Covid-19 dimakamkan di Srengseng Sawah. Prinsipnya, kami memastikan bahwa tempat pemakaman bagi masyarakat umum disiapkan," ucapnya.

Pemprov DKI Jakarta juga terus memperhatikan tingkat keterisian  tempat tidur di rumah sakit. Wagub Ariza mengakui kapasitas terus menipis. Penambahan rumah sakit rujukan juga terus ditingkatkan.

Dari sebelumnya 98 RS, kini menjadi 101 RS rujukan. Menurut data, sambungnya, 27 sampai 30 persen rumah sakit di bawah Pemprov DKI Jakarta diisi oleh warga non-Jakarta.

"Apakah Tangerang, Bogor, Depok, Bekasi dan lain sekitarnya. Non-Botabek juga ada. Sebagai pemerintah, kami tidak membedakan, siapapun, warga negara, kami akan terima dan layani dengan sebaik mungkin," ujarnya.

Adapun data rekap pelanggaran dan penindakan yang dihimpun oleh Satpol PP DKI dalam pengetatan PSBB per 13 Januari, sebagai berikut:

A. Masker - Kerja Sosial = 3490 - Denda = 86 Jumlah = 3.576

B. Restoran/Rumah Makan - Denda = 0 - Penghentian Sementara Kegiatan  = 3 - Teguran Tertulis = 6 - Tidak Ditemukan Pelanggaran = 624 Jumlah = 633

C. Perkantoran, Tempat Usaha, Tempat Industri - Denda   = 0 - Penghentian Sementara Kegiatan 3x24 Jam  = 3 - Teguran Tertulis = 31 - Tidak di Temukan Pelanggaran = 799 Jumlah = 833 Nilai Denda - Perorangan = Rp. 14.350.000 - Tempat Usaha Makan Minum/Restoran/Rumah Makan = Rp - -

Tempat Kerja/Kantor/Tempat Industri = Rp -Jumlah = Rp.  14.350.000.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto