logo

Sekolah Relawan, 8 Tahun Dengan Logo Baru Cakupan Lebih Luas

Sekolah Relawan, 8 Tahun Dengan Logo Baru Cakupan Lebih Luas

13 Januari 2021 15:20 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - Depok: Kehadiran Sekolah Relawan semakin nyata dan terasa manfaatnya di tengah masyarakat. Terlebih di lokasi bencana, Sekolah Relawan kerap menerjunkan anggotanya untuk membantu. Seperti di peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dan longsor di Sumedang.

"Untuk yang jatuhnya pesawat Sriwijaya Air kami mengirimkan 12 anggota kami. Dua diantaranya punya spesifikasi menyelam di laut. Sedangkan untuk bencana tanah longsor di Sumedang, kami mengirim 8 orang anggota kami," kata Dony Aryanto, Co-Founder and Executive Director Sekolah Relawan, kepada wartawan di Depok, Rabu (13/1/2021).

Selain hadir di tengah bencana, Sekolah Relawan juga kerap membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dengan berbagai kegiatan sosial. Sekolah Relawan yang semula fokus untuk evakuasi bencana, kini memang memperluas cakupannya. "Memang awalnya kami berdiri untuk kebutuhan bencana, namun seiring berjalannya waktu, kami tidak hanya fokus membantu di tengah bencana, tetapi juga melakukan kegiatan sosial," ujar Dony.

Sekolah Relawan sendiri sudah berdiri sejak 8 tahun lalu. Di usianya yang ke 8, kata Dony, Sekolah Relawan memiliki target-target pencapaian yang bakal meloncat jauh dibanding pencapaian 8 tahun ini. "Jika selama 8 tahun ini sudah lebih dari satu juta lima ratus ribu orang penerima manfaat, maka target pencapaian kami ke depan satu juta per tahun," ujar Dony.

Untuk lebih bergerak cepat dan luwes dengan cakupan yang lebih luas, Sekolah Relawan pun mengubah logonya dari semula berbentuk rumah, kini berbentuk seperti rantai dengan 4 penjuru mata angin. Sementara untuk warna logo pun kini lebih cerah.

"Untuk mencapai target-target yang kita tetapkan ke depan, kita memang butuh strategi. Dan salah satunya dengan penggantian logo ini. Biar bisa lebih luas cakupannya dan jaringannya," ujar Dony.

Untuk tahun ini selain menerjunkan relawannya di lokasi bencana, Sekolah Relawan juga ikut membantu masyarakat terdampak pandemi covid-19. Seperti membuka warung makan gratis untuk pekerja lapangan yang membutuhkan, membagikan masker dan sebagainya. "Untuk tahun 2021 ini kita mungkin masih fokus menghadapi pandemi," ujar Dony.

Sekolah Relawan sendiri berdiri berawal dari kegelisahan melihat banyaknya relawan di lokasi bencana yg tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan khusus untuk membantu korban bencana sehingga sering terjadi kesalahan. Dari sinilah muncul ide mendirikan Sekolah Relawan. 

Menurut Corporate Secretary, Thea Rahmani, Sekolah Relawan menyajikan pelatihan-pelatihan, seminar, workshop, dan pendampingan dalam pengembangan kapasitas organisasi kerelawanan agar mempunyai dampak yang lebih besar terhadap pembangunan masyarakat.

Program pelatihan, seminar, dan workshop kerelawanan difasilitasi oleh tim dan fasilitator yang berpengalaman di dunia sosial kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat selama lebih dari 20 tahun. Fasilitator akan menyampaikan materi kerelawanan dengan metode yang menarik dan mampu membangkitkan partisipasi aktif peserta.

Kini sebagai lembaga sosial, Sekolah Relawan bertekad untuk bisa memberi manfaat yang lebih besar dan luas. "Selain memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas, kami juga berharap semakin luas jejaring kita, termasuk kepada media. Kami berharap bisa mengedukasi masyarakat bekerjasama dengan media bagaimana memberikan bantuan kepada korban bencana sesuai dengan apa yang dibutuhkan," ujar Thea.***

Editor : Markon Piliang