logo

Menaker Mengajak Pemda Aceh Kerja Sama Kembangkan BLK

 Menaker Mengajak Pemda Aceh Kerja Sama Kembangkan BLK

Menaker Ida Fauziyah.(foto,ist)
11 Januari 2021 21:55 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BANDA ACEH: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, mengajak pemerintah daerah di Provinsi Aceh, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, untuk bersama-sama pemerintah pusat mengembangkan BLK.

Hal itu, disampaikannya saat berdiskusi dengan sejumlah kepala daerah provinsi tersebut, di BLK Banda Aceh, Senin (11/1/2021). Hadir dalam diskusi tersebut, di antaranya Wakil Walikota Banda Aceh, Bupati Aceh Tamiang, serta Gubernur Aceh yang diwakili Kadisnaker Provinsi Aceh.

Menaker mengemukakan, berbagai persoalan ketenagakerjaan di Aceh, baik akibat digitalisasi maupun pandemi Covid-19, dapat diatasi salah satunya dengan memperkuat BLK. Hal ini, diperlukan karena kapasitas BLK pusat dan BLK UPTD (unit pelaksana teknis daerah) di Aceh hanya berkisar 80 ribu. Padahal, angka pengangguran di Aceh mencapai 150 ribu.

Karena itu, dia mengajak pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di Aceh, untuk berbagi tugas mengembangkan BLK. "Saya minta semua kepala daerah di Aceh bisa berbagi tanggungjawab terkait masalah ketenagakerjaan, dan kita selesaikan persoalan angkatan kerja di Aceh," tuturnya.

Dengan adanya pembagian tugas meningkatkan kapasitas BLK, terang Menaker, persoalan pengangguran dapat cepat teratasi. "Saya mengajak pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, kami memberikan fasilitasi baik instrukturnya, fasilitasnya, peralatannya, kita berharap ada sharing juga dari pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota," jelasnya.

Menaker menambahkan, upaya kerja bersama itu dapat dilakukan salah satunya dengan membentuk Skill Development Center (SDC) di masing-masing daerah. SDC akan mempertemukan berbagai stakeholder ketenagakerjaan.

"Kami juga mendorong lahirnya SDC, Skill Development Center, pusat mempertemukan antara supply and demand. Jadi, kebutuhan pasar kerjanya seperti apa, kemudian kita siapkan tenaga kerjanya seperti apa," terangnya.

SDC, kata Menaker, telah terbentuk di Kabupaten Aceh Tamiang. "Sudah terbentuk SDC di Aceh Tamiang, sudah ada SK-nya, semoga tahun ini sudah mulai beroperasi," imbuhnya.

Dikatakanbya, angka kemiskinan Aceh disebabkan oleh adanya angka pengangguran. Dengan adanya BLK yang kuat dan memadai, pemerintah dapat segera meningkatkan kompetensi.

Agar pengangguran yang ada saat ini bisa mendapatkan pekerjaan atau berwirausaha. "Dengan demikian, pengangguran dapat dikurangi, dan kita bisa menekan angka kemiskinan di Aceh," tuturnya.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto