logo

Muda Milenial

Muda Milenial

11 Januari 2021 00:01 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi

Salah satu faktor penting yang mendukung pembangunan yaitu keberadaan kaum muda milenial karena tidak hanya menjadi obyek tapi juga subyek. Oleh karena itu, peran dari kaum muda milenial menjadi penting dan karenanya pemerintah juga perlu melakukan edukasi secara sistematis dan berkelanjutan sehingga keberadaan kaum muda milenial di republik ini menjadi pelaku utama dalam kiprah pembangunan. 

Meski demikian, hal mendasar yang juga perlu dicermati yaitu bagaimana kuantitas dan kualitas dari kaum muda milenial. Asumsi yang mendasari karena kuantitas dan kualitas tentu berbeda dan akhirnya akan menentukan sukses tidaknya pembangunan di masa depan. 

Urgensi menciptakan stimulus kepada kaum muda milenial tentu tidak bisa terlepas dari realitas bahwa mereka memiliki preferensi yang sangat berbeda jika dibandingkan dari generasi sebelumnya yang cenderung tradisional dan tidak melek teknologi. Selain itu, di era kekinian bidang kerja kaum muda milenial cenderung lebih variatif dan tuntutan kompetensinya lebih kompleks sehingga tidak mengherankan jika pendapatannya lebih besar. 

Di sisi lain, ancaman yang juga perlu dicermati adalah perilaku konsumtif kaum muda dan faktanya kaum muda cenderung lebih boros, terutama untuk pemenuhan dari pemuasan keinginan, termasuk konsumsi gadget. Kondisi ini tentu terkait dengan fakta konsumsi - transaksi berbasis online karena ketersediaan internet kini semakin mudah - murah sehingga memungkinkan kemudahan ‘klik’ dan dunia ada di genggaman kaum muda milenial yang didukung keberadaan smartphone dengan multifungsinya. 

Ritme lifestyle di era digitalisasi dan globalisasi yang dinikmati kaum muda milenial saat ini memberikan keleluasaan dalam finansial. Betapa tidak, seorang influencer yang juga bisa menjadi endorsement dan atau youtuber menjanjikan finansial yang lumayan, apalagi dunia infotainment dan entertainment yang juga menjanjikan kehadiran generasi muda dan wajah-wajah baru tentu memberikan peluang yang sangat besar bagi income. Jika ini tidak sedari awal di edukasi secara sistematis dan berkelanjutan maka takutnya pendapatan yang mereka peroleh akan habis untuk konsumtif yang tidak produktif. 

Jadi menjadi penting untuk menyadarkan kaum muda milenial agar mereka sedari dini bisa menata kesehatan finansialnya dengan melek investasi dan asuransi. Laporan Indonesia Millennial Report 2019 bahwa kaum muda milenial cenderung konsumtif - boros yang berkaitan persepsian bahwa mereka hanya hidup sekali dan karenanya harus dinikmati. Dari laporan itu 10,7% pendapatan kaum muda milenial ditabung, 2% untuk investasi dan sisanya 51,1% untuk konsumsi. Jadi sedari awal perlu edukasi secara sistematis dan berkelanjutan agar kaum muda milenial melek investasi dan asuransi untuk menjaga kesehatan finansial di masa depan sehingga menjadi tantangan di tahun 2021.

Kepedulian kaum muda milenial dalam investasi secara tidak langsung memberikan kontribusi positif terhadap pendanaan, sementara di sisi lain hal ini juga akan memacu stimulus untuk investasi yang lebih besar. Hal ini menjadi penting karena realitas yang ada menunjukan bahwa ketertarikan kaum muda milenial terhadap investasi relatif masih rendah dan karenanya perlu upaya berkelanjutan agar kaum muda milenial kian tertarik melakukan investasi. ***

* Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi - Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo

Editor : Dwi Putro Agus Asianto