logo

Wiku Adisasmito: Anak Sekolah Penyumbang 8,87 Persen Kasus Covid-19 Nasional

Wiku Adisasmito: Anak Sekolah Penyumbang 8,87 Persen Kasus Covid-19 Nasional

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.
07 Januari 2021 21:51 WIB
Penulis : M Guntur Setiawan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan berdasarkan hasil analisis data anak rentang usia sekolah (0-18 tahun) menyumbang 8,87 persen kasus Covid-19 secara nasional.

"Berdasarkan hasil analisis data Covid-19 pada rentang usia sekolah diketahui bahwa jumlahnya menyumbang sebesar 8,87 persen dari total kasus nasional," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Berdasarkan data diketahui bahwa anak usia setara pendidikan Sekolah Dasar (7-12 tahun) menyumbang angka terbanyak yakni 29,8 persen, diikuti usia SMA (16-18 tahun) sebanyak 23,17 persen, SMP (13-15 tahun) sebanyak 18,8 persen, TK (3-6 tahun) sebanyak 14,3 persen, dan PAUD (0-2 tahun) 13,8 persen.

"Jika kita menelaah dari trennya, kita bisa lihat terjadi ada peningkatan kasus konfirmasi pada setiap penggolongan umur, bahkan pada 3 golongan umur yakni setara TK, PAUD, dan SD. Kenaikannya di atas 50 persen hanya dalam kurun waktu 1 bulan yaitu November hingga Desember 2020," ungkap Wiku seperti dikutip dari antaranews.com.

Dari sebaran kasus, diketahui DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat, dan Banten konsisten menempati 10 besar daerah dengan konfirmasi kasus tertinggi pada rentang usia sekolah.

"Di mana DKI, Jabar, Jatim, dan Jateng konsisten tempati 4 teratas pada seluruh golongan usia sekolah," tambah Wiku.

Tidak hanya terkait data kasus positif, Satgas merasa perlu menyampaikan daerah dengan kontributor kematian pada rentang usia sekolah tertinggi secara nasional.

"Daerah-daerah tersebut di antaranya Sulawesi Utara 6,78 persen, NTB 4,72 persen, dan NTT 4,35 persen pada rentang 0-2 tahun," ungkap Wiku.

Jawa Timur 4,6 persen, Riau 0,73 persen, Kepulauan Riau 0,72 persen untuk rentang 3-6 tahun.

Jawa Timur 4,6 persen, Gorontalo 1,49 persen, Sulawesi Selatan 1,47 persen pada rentang usia 7-12 tahun.

Jawa Timur 4,96 persen, Gorontalo 2,08 persen dan NTB 0,85 persen pada rentang 13-15 tahun.

Jawa Timur 4,62 persen, Gorontalo 1,6 persen, dan Aceh 1,35 persen pada rentang usia 16-18 tahun.

"Data ini disampaikan bukan untuk menakuti, melainkan sebagai bentuk transparansi satgas kepada pemda maupun masyarakat," ungkap Wiku.

Data itu menurut Wiku selayaknya dijadikan dasar pertimbangan sebelum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka.

"Daerah dengan persentase kasus positif covid tinggi, diharapkan fokus terlebih dulu pada penanganan pandemi," tegas Wiku.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto