logo

Penanganan   Covid-19, Kabupaten  Sorong  Dapat Pujian Warga

Oleh Yacob Nauly

Penanganan Covid-19, Kabupaten Sorong Dapat Pujian Warga

28 Desember 2020 21:13 WIB

SuaraKarya.id -  

Oleh: Yacob Nauly

Banyak daerah  punya  metode dan  ciri  tersendiri dalam mengelola anggaran  penanganan dan  penanggulangan Covid-19.  Dalam perjalanannya ada yang  menerima umpatan (makian),  tapi  masih ada pula  pemerintah daerah  yang menerima pujian masyarakanya. Contohnya di Kabupaten Sorong, Papua Barat  mendapat pujian warga.

 Sebagai  wartawan,  tentunya  tidak begitu saja  percaya    terhadap  informasi    pengelolaan  anggaran  covid-19 di daerah  tertentu. Apakah, pemanfaatan  anggaran  sudah sesuai  peruntukannya atau tidak. Meski demikian,   hal itu, berbeda  dengan kabupaten Sorong  karena  manajemen   pengelolaan covid-19  kabupaten  ini dapat dibaca oleh masyarakat setempat termasuk para jurnalis.

 Tapi, untuk  menarik  kesimpulan  dari  suatu  masalah  harus  berdasarkan  hasil   infestigasi kasus  sesuai fakta di lapangan. Dan berikut , informasi  ini  ditulis berdasarkan fakta  yang  dihimpun suarakarya.id,  dari masyarakat  dan infestigasi lainnya. Kali ini,  penulis    membeberkan  fakta  pengelolaan  penanganan dan penanggulangan  Covid-19  di  kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Fakta

Skenario penerapan new normal  di kabupaten Sorong,  sudah diterapkan melalui pendekatan kepada masyarakat setempat. Fakta, bahwa  pada awalnya untuk  memutus  penyebaran dan penanganan Covid-19 di daerah seperti kabupaten Sorong, Papua Barat, terhadang banyak kendala.

 Antara lain, Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten  Sorong  harus meyakinkan masyarakat tentang keberadaan, bahaya  dan  penanganan Covid-19 itu.

Di kalangan masyarakat  kabupaten Sorong,  ada  warga yang  percaya,  tapi banyak juga  yang  belum  yakin  terhadap  keberadaan Covid-19. Kebanyakan warga ketika,  7 atau 8 bulan  lalu bahkan hingga kini ,  menganggap  informasi  keberadaan Covid-19 ini hanyalah rekayasa  belaka.

Kondisi tersebut, membuat  Pemda  kabupaten Sorong, secepatnya mengambil langkah. Antara lain, melakukan pendekatan kepada  tokoh agama, tokoh pendidikan dan  pemuka masyarakat di daerah ini. Strategi  yang dilancarkan  Bupati Sorong, Dr Johny Kamuru, berhasil.

Seperti membalik telapak tangan, kini warga mulai tahu dari  kampanye sang bupati tersebut bersama tim Satgas Covid-19 di kabupaten Sorong. Tentunya,  melalui perangkat  informal  tersebut.

Hambatan lain, tentunya  terkait  anggaran yang dibutuhkan untuk menanggulangi dampak Covid-19 bagi masyarakat di kabupaten ini. Pasalnya, masyarakat diminta tetap tinggal di rumah, beribadah dari rumah, bersekolah dari rumah  pada bulan-bulan sebelum ini.

Imbauan pemerintah tersebut cukup beresiko karena masyarakat butuh makan dan  harus menjalani kehidupan secara normal. Sementara, ajakan yang  sepertinya mengharuskan  masyarakat kabupaten Sorong  agar  tetap tinggal di rumah sampai waktu yang belum ditentukan, itu  melahirkan risiko.

Pemerintah kabupaten Sorong, di bawah komando Bupati Johny Kamuru, cepat mengakomodir situasi tersebut. Yakni, membedah  kebutuhan  ekonomi warga , dengan mendistribusikan  bahan makanan  dalam bentuk paket. Lalu, dibagikan langsung kepada masyarakat daerah ini.

Hebatnya, Bupati Johny Kamuru, tak habis  ide  untuk membuat  terobosan  baru. Maka, semua  potensi daerah yang ada  di kabupaten Sorong dilibatkan untuk menanggulangi  pandemi  Covid-19 ini. Antara lain, 41 pengusaha lokal  kabupaten Sorong diikutsertakan  melalui partsisipasi  bantuan  bahan makanan (Bama).

Fakta lain yang tak bisa dipungkiri positifnya,  adalah  bantuan Bama kepada masyarakat  berjalan sejak  Maret  hingga  Desember 2020 ini masih dilakukan  Bupati Sorong dan stafnya. Setiap turun lapangan, Bupati Johny Kamuru dan staf,  memobilisasi  bahan makanan kepada masyarakatnya.

Di sisi lain,  warga  yang terkonfirmasi  Covid-19  ditampung di dua gedung  untuk dirawat sesuai protokol kesehatan.

 “Wah, mas (suarakarya.id) kami dirawat di  gedung Dharma Wanita Kabupaten Sorong seperti tinggal di hotel mewah saja. Pokoknya, pagi sarapan lalu makan obat, agak siang dapat makanan kecil,  lalu siang makanan besar, begitu selanjutnya hingga malam hari  makan makanan bergizi,”kata Amat, salah satu  mantan pasien Covid-19  yang dirawat Satgas  Covid-19 setempat (kabupaten Sorong,Red), kepada suarakarya.id, di Amas,  Senin (28/12/2020) malam.

Dikatakan  Amat, makanan yang disajikan  sempurna.  Seperti,  daging  berbagai jenis secara bergantian, telur ayam, susu, sayur-sayur   mahal  seperti yang dijual di mal-mal itu, menjadi santapan pasien  Covid-19 di kabupaten Sorong.

“Bukan saja itu, keluarga yang kami tinggalkan di rumah  juga menerima jatah bahan makanan lengkap seperti beras, minyak goreng, terigu, susu, gula pasir dan sebagainya. Keluarga kami menerima jatah tersebut  setiap minggu dari Pemda kabupaten Sorong,”kata Amat.

Jadi, menurut Amat, yang juga adalah seorang pedagang di pasar tradisional setempat, mengungkapkan, dana cukup besar dikeluarkan Pemda Kabupaten Sorong . Terutama, anggaran  kabupaten Sorong  untuk  penanganan dan penanggulangan Covid-19  dapat  dibaca  masyarakat  dengan jelas.

Penyataan Amat itu,  dapat  dipahami,  karena Bupati Johny Kamuru,  dalam berbagai pertemuan   dengan  pimpinan OPD setempat selalu  mengingatkan agar penggunaan anggaran difokuskan bagi penanganan Covid-19.  Bahkan  Bupati Kamuru, mengancam  akan memenjarakan  pejabat yang menyalahgunakan anggaran Negara.

Pujian

Masyarakat makin yakin penggunaan anggaran Covid-19 di kabupaten Sorong tepat sasaran ketika  Tracing, Testing dan  Treatment (3 T ) ditingkatkan.  Koordinator Bidang  Pelayanan  Penanganan Kesehatan  Satgas Covid-19 Kabupaten Sorong, dr. Ronney Kalesaran, mengatakan, pihaknya tidak mengenal  karantina rumah bagi  orang yang terinfekasi Covid-19.

“Pertimbangan  Bupati Sorong  Dr. Johny Kamuru , bahwa tidak dijamin  pasien Covid-19 yang dikarantina di rumahnya tidak berkeliaran di  daerah ini. Kalau  pasien  Covid-19 dikarantina di rumah  pasti dia   bebas ke mal, ke  bank atau ke ruang  publik  lainnya, maka penyebaran  virus corona ini makin merajalela di masyarakat,”kata dr. Ronney Kalesaran didampingi  rekan kerjanya,  Agus J  Latumahina S.Sos, M.Si,  kepada suarakarya.id, di Kilo Meter 24, Aimas, beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, yang paling pertama adalah bagaimana  secara luas bisa ditemukan dan dilakukan pemeriksaan kepada mereka yang dicurigai berinteraksi dengan pasien Covid-19. Apakah keluarga, sahabat atau tetangga yang pernah  beriteraksi  dengan pasien  Covid-19.  

Langkah selanjutnya  adalah, kata  Ronney, pihaknya tidak mengedepankan  pemeriksaan  atau Rapid Test . Tapi langsung saja digelar pemeriksaan  Polymerase  Chain Reaction (PCR) dari Swab Test kepada orang yang dicurigai.

 “Apabila orang-orang yang sudah terpapar atau  terkonfirmasi  positif  Covid-19 kita temukan,  maka kebijakan dari  Bupati Sorong Dr Johny Kamuru, adalah dikarantinakan  secara terpusat. Tidak mengenal karantina rumah di kabupaten Sorong,”katanya.

Seperti diketahui, lanjutnya, di Kabupaten Sorong  masuk kawasan atau zona merah  Covid-19. Maka, saat ini  pihaknya gencar melakukan  Tracing (pelacakan) Testing (pemeriksaan) dan Treatment (pengobatan). Ini semata-mata untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerah ini.

Menjawab pertanyaan suarakarya.id, dr. Ronney, mengatakan, karantina  mandiri ada di aturan tapi, untuk  kabupaten Sorong, itu tak bisa diterapkan. Karena,  umumnya pasien Covid- 19 tak taat aturan. Sehingga  Bupati  Johny Kamuru mengambil langkah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus diisolasi terpusat untuk diobati, demikian dr. Ronney.

Menurut  Ronney, orang yang punya gejala sebenarnya lebih mudah terpantau  karena mereka akan mencari layanan kesehatan untuk berobat. Yang sulit adalah  orang terinfeksi Covid-19 tapi tak punya gejala.

“Karena itu,  sekali  lagi  ditegaskan  bahwa strategi  kita bagaimana melakukan tracing, bagi  mereka  yang kontak erat dengan orang yang sudah terkonfirmasi positif.  Jadi, keluarga atau teman kantor dan saudara  yang pernah berinteraksi  kami periksa,” tambah dr. Ronney.

Terkait  pujian identik dengan penghargaan atau prestasi, kabupaten Sorong di tahun 2019 hingga 2020 menerima berbagai penghargaan. Penghargaan  terbaik, mulai dari pengelolaan keuangan hingga  manajemen sumber daya manusia dan sebagainya.

Menyangkut  prestasi kabupaten Sorong,  hingga akhir 2020 ini menurut masyarakat  setempat, sangat memuaskan. Karena itu, masyarakat Sorong memuji  kinerja Bupati Johny Kamuru dan jajarannya karena kerja keras itulah tak banyak  warga  daerah ini terinfekasi Covid-19.

Covid-19. Sesuai data  yang dihimpun suarakarya.id,  komulatif pasien  Covid-19 hingga Senin (28/12/2020) tercatat 359 orang. Komulatif sembuh 33 orang, meninggal  9 orang . Sehingga,  kasus positif Covid-19 di kabupaten Sorong  yang  masih dirawat  saat ini sebanyak  14 orang.

Untuk  lebih mendukung penanganan Covid-19 di kabupaten Sorong, bupati  telah mengeluarkan regulasi. Regulasi tersebut  dalam bentuk Peraturan  Bupati Sorong, Nomor 38 tahun 2020 tentang penerapan penegakan disiplin dan  penegakan hukum protokol kesehatan.

Peraturan tersebut  sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di lingkungan Pemerintah kabupaten  Sorong. Kini  telah masuk pada implementasi  regulasi tersebut.

Kesimpulan:  Informasi dari berbagai kalangan di kabupaten Sorong, ternyata  masyarakat  setempat  sangat  mendukung kebijakan  Bupati  Dr. Johny Kamuru. Pasalnya, menurut warga dana yang dikucurkan kepada masyarakat cukup besar.  Utamanya, pada saat pandemi  Covid-19 ini masyarakat tak ada sampai kelaparan. Ini  catatan  penting  masyarakat kabupaten Sorong.  ***

* Yacob Nauly - Wartawan Suara Karya.id, Pemegang Kartu  Wartawan Utama  UKW Dewan Pers,  Sekretaris  Dewan   Penasehat  PWI Sorong dan Jurnalis Tergabung di “Ubahlaku”  Kerja Sama Dewan Pers  dan  Satgas Covid-19  Pusat.