logo

Indonesia Product Expo 2020, Pariwisata Mulai Menggeliat Dengan Protokol Kesehatan

Indonesia Product Expo 2020, Pariwisata Mulai Menggeliat Dengan Protokol Kesehatan

04 Desember 2020 16:23 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - BANDUNG: Geliat pariwisata mulai nampak di akhir tahun ini. Indonesia Product Expo 2020 yang berlangsung di Mall Ciwalk  3-6 Desember menandai aktivitas guna mendorong bangkitnya pariwisata di masa pandemi. Pameran ini pun disambut baik para peserta. Seperti yang diungkapkan Asep Tarhono, CEO Siki Coffee Bandung yang ikut serta pada pameran tersebut.

Menurut Asep, diawal pandemi Covid-19, wisata kuliner benar-benar terpukul. Kedai-kedai kopi tutup semua dengan pemberlakuan PSBB. Kini dengan kehidupan normal baru, kedai coffee mulai buka dan pengunjung berdatangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M, Memakai masker, Menjaga Jarak dan Mencuci tangan dengan sabun dan sanitizer.

"Syukur saat ini dengan menerapkan protokol kesehatan, pencinta coffee mulai berdatangan, kedai-kedai coffe, restaurant dan jajanan mulai buka. Mungkin masyarakat juga mulai bosan di rumah saja. Kita yang penting 3M tadi diterapkan dengan baik," kata Asep saat berbincang di lokasi pameran Indonesia Product Expo 2020, di Mall Ciwalk Bandung.

Dengan mulai dibukanya pusat-pusat wisata kuliner menandakan roda perekonomian mulai bergerak. "Kalau Siki Coffee sendiri ada di kampung Cimenteng, Jagabaya Bandung. Ada juga di Mirten Lounge The Papandayan Hotel Bandung," kata Asep.

Sementara Hj Rina Komala Direktur Lintas Dunia Tours and Travel yang juga ikut ambil bagian dalam pameran, mengatakan kegiatan pameran pariwisata dan industri kreatif memang perlu digalakan kembali dengan protokol kesehatan. Ini untuk mendorong kembali minat masyarakat, khususnya wisatawan domestik untuk mengunjungi obyek-obyek wisata.

"Di masa pandemi ini industri pariwisata memang sangat terpukul. Kami sebagai pemberi jasa travel diawal pandemi benar-benar kosong. Sejumlah pesanan dibatalkan. Termasuk haji dan umroh, karena selain paket wisata kami juga melayani jasa haji dan umroh," kata Rina.

Rina mengaku bersyukur pemerintah mulai menggalakan dan mengenalkan wisata sehat dengan menerapkan protokol kesehatan 3M, Memakai masker, Menjaga Jarak dan Mencuci tangan dengan sabun dan sanitizer

"Saat ini kami pelaku industri wisata, mulai mencoba bangkit kembali. Untuk menarik minat wisatawan, kami memberikan diskon khusus. Misalnya untuk paket wisata ke Bali, kami hanya mematok Rp3,9 juta. Itu sudah tiket PP Jakarta-Bali dengan penginapan hotel mulai bintang 4 untuk 3 malam," ujar Rina.

"Saat ini mulai ada yang memesan paket wisata meski memang belum seperti keadaan normal. Kami berharap covid-19 segera berakhir dan wisata kita bisa bangkit kembali," kata Rina. 

Sementara di tempat berbeda, Koordinator Pemasaran Regional 1 Area 1 Kemenparekraf/Baparekraf, Taufik Nurhidayat berharap pameran Indonesia Product Expo 2020 ini dapat menghidupkan kembali kepariwisataan Indonesia.

“Kami berharap langkah ini dapat kembali menggairahkan industri pariwisata kita dengan tetap mengedepankan faktor kebersihan, keamanan, kesehatan dan keberlanjutan lingkungan serta penerapan protokol kesehatan secara ketat yang menjadi pedoman di masa adaptasi kebiasaan baru. Yakni menerapkan 3M, Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer. Kegiatan Ini adalah bentuk dukungan pemerintah melalui Kemenparekraf/Baparekraf agar dapat mendorong terjadinya transaksi pariwisata dan ekonomi kreatif sehingga dapat kembali bergeliat,” tegas Taufik. *** ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto