logo

Kemnaker Luncurkan Aplikasi SIPRONI Dan Buku Produktivitas & Daya Saing

  Kemnaker Luncurkan Aplikasi SIPRONI Dan Buku Produktivitas & Daya Saing

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker Budi Hartawan.(foto,ist)
03 Desember 2020 20:36 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - BEKASI: Bertujuan untuk mengidentifikasi secara cepat kebutuhan peningkatan produktivitas setiap sektor usaha. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Layanan Produktivitas Terkini (SIPRONI) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (3/12/20)20.

"Dengan mengukur tingkat produktivitas suatu perusahaan menggunakan SIPRONI, maka akan diperoleh gambaran kondisi dan kualitas sumberdaya manusia (SDM) kita dalam mewujudkan cita-cita pembangunan, serta dapat melihat sejauh mana kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi," terang Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker Budi Hartawan, di sela acara Grand Launching SIPRONI, yang dapat diakses melalui laman web produktivitas.kemnaker.go.id.

Dia berharap, melalui sistem SIPRONI ini, Kemnaker dapat menyiapkan SDM yang berdaya saing dan produktif, sebagai bagian dari peningkatan daya saing nasional. “Serta seiring dengan itu juga akan meningkatkan produktivitas nasional,” katanya.

Dikemukakannya, SIPRONI merupakan salah satu langkah upaya mendukung Gerakan Produktivitas Nasional (GPN), yang akan dilengkapi dengan pembentukan Forum Produktivitas Kerja (Productivity Community). Untuk meningkatkan peran aktif Pemerintah (Pusat dan Daerah), Pelaku Usaha (Perusahaan dan Industri), Serikat Pekerja, serta Akademisi di Indonesia.

Seperti diketahui, Indonesia melalui Lembaga Produktivitas Nasional (LPN) telah menginisiasi Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing (GNP2DS). Gerakan ini adalah upaya menggerakkan seluruh komponen bangsa yang dilakukan secara terencana, terstruktur, sistimatis, serta berkelanjutan.

Dalam rangka meningkatkan produktivitas nasional, kesejahteraan, serta daya saing bangsa Indonesia. "Implementasi itu akan dilakukan dengan teknologi, menggunakan aplikasi yang dinamakan SIPRONI, yang hari ini kita launching," ujar Dirjen Budi.

Menurut dia, SIPRONI adalah terobosan yang diperlukan untuk mendongkrak produktivitas dan daya saing nasional. Berdasarkan data World Economic Forum (WEF) dalam The Global Competitiveness Report 2019, skor daya saing Indonesia pada tahun 2019 sebesar 64,6 dan menempati peringkat 50 dari 141 negara yang tercakup.

Selain SIPRONI, pada kesempatan itu juga diluncurkan Buku Produktivitas dan Daya Saing Indonesia (Jilid I). Buku tersebut ini dapat diunduh secara gratis melalui link: https://bit.ly/BukuProduktivitasDayaSaingIndonesia

"Agar peningkatan produktivitas menjadi masif, maka diperlukan data-data sektor ketenagakerjaan untuk dijadikan dasar dalam peningkatan produktivitas. Agar fokus pada area yang akan ditingkatkan. Data itu disediakan dalam bentuk buku jilid I hasil pengukuran produktivitas dan daya saing Indonesia," terangnya.

Di bagian lain, Staf Khsusus Menaker Dita Indah Sari, menambahkan, ada banyak aspek yang memengaruhi peningkatan produktivitas, baik itu produktivitas pada peruashaan maupun pekerja/ buruh. Dari sisi perusahaan, beberapa variable yang memengaruhi produktivitas, di antaranya adalah regulasi yang baik, penerapan teknologi yang tepat guna, infrastruktur dan sebagainya.

Sedangkan dari sisi pekerja/buruh, beberapa variable yang mempengaruhi produktivitas adalah penerapan K3 di lingkungan kerja, serta kompetensi pekerja/ buruh itu sendiri. Untuk itu, dia meminta manajemen HRD di perusahaan untuk menjadikan produktivitas pekerja ini sebagai aspek penting dalam meningkatkan produktivitas perusahaan.

"Inilah pentingnya manajemne HRD bisa menjadikan produktivitas ini sebagai ukuran memberikan tambahan insentif kepada pekerja,” kata Dita Indah Sari.

Peluncuran aplikasi SIPRONI dan Buku Produktivitas dan Daya Saing Indonesia ini juga diisi dengan dialog bersama Ketua Tim Pokja LPN dan Menaker periode 1999-2000, Bomer Pasaribu. Turut hadir dalam acara ini Direktur Bina Produktivitas Kemnaker, Fahrurozi; Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono, serta Kepala Disnakertrans Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH