logo

Selain Buang Anggaran, Rekrut Konsultan Asing, Wishnutama Mendowngrade Diri Sendiri

Selain Buang Anggaran, Rekrut Konsultan Asing, Wishnutama Mendowngrade Diri Sendiri

28 November 2020 21:08 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio telah merekrut konsultan asing untuk promosi pariwisata Indonesia. Hal ini selain dianggap tidak menghargai kualitas SDM anak bangsa juga dianggap buang-buang anggaran. Betapa tidak, disaat pariwisata Indonesia butuh recovery di daerah destinasi, sang menteri malah membuang anggaran ke asing.

Menurut pengamat dan praktisi pariwisata yang juga founder Temannya Wisatawan, Taufan Rahmadi, kebijakan memakai konsultan asing untuk saat ini belum dibutuhkan. Sebab, saat ini industri pariwisata tanah air sedang fokus recovery destinasi.

"Lebih baik untuk saat ini anggarannya kita fokuskan dulu buat pemulihan destinasi wisata kita. Mendorong bergeraknya kembali pelaku industri pariwisata yang sempat terpuruk, semisal untuk stimulus pariwisata, bantuan modal membangun kembali usaha yang terpukul dan sebagainya," kata Taufan Rahmadi saat dihubungi, Sabtu (28/11/2020).

Dikatakan Taufan, saat ini harusnya prioritas utama adalah untuk pemulihan destinasi. Bukan promosi. Apalagi pandemi covid19 belum juga berakhir. "Jadi lebih baik anggarannya buat pemulihan ekosistem pariwisata, buat membantu pelaku-pelaku pariwisata. Memberikan insentif buat mereka sehingga bisa bangkit kembali," ujar Taufan.

Jika kemampuan sang menteri hanya membayar konsultan asing, kata Taufan, buat apa Presiden mengangkat Wishnutama jadi menteri pariwisata dan ekonomi kreatif. "Keputusan ini menurut saya justru mendowngrade kapasitas Wishnutama sendiri yang pastinya tahu benar dunia promosi dengan latar belakang yang dia miliki," ujar Taufan.

Ditambahkan Taufan harusnya Wishnutama memprioritaskan SDM dalam negeri. Maksimalkan kemampuan dan profesionalitas anak bangsa. Seperti jargon kemenparekraf beli lah produk-produk lokal. "Sekarang ini kita harus utamakan yang lokal, bersahabatlah dengan yang lokal. Bekerjasama dan rangkul yang lokal. Inilah momennya hadirnya negara. Menunjuk konsultan asing untuk saat ini bukan salah, tapi tidak menunjukkan sense of crisis," ujar Taufan.

Seperti diketahui Wishnutama Kusubandio mengatakan, telah menggandeng konsultan asing untuk membantu Kemenparekraf menjalankan berbagai strategi untuk mendorong pariwisata Indonesia. Dia mengatakan, konsultan asing tersebut adalah Roland Berger yang sudah menangani banyak negara lain.

"Kami telah menghire sebuah konsultan yang telah menangani Vietnam, Thailand, dan Dubai. Namanya Rolland Berger untuk membantu kami melakukan strategi-strategi [pariwisata]," ujar Wishnutama dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas, Jumat (27/11).***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto