logo

Sektor Pariwisata Raja Ampat Terima Dana Stimulus Pemerintah Pusat 2021

Sektor Pariwisata Raja Ampat  Terima Dana Stimulus Pemerintah Pusat 2021

Foto:Istimewa
28 November 2020 11:17 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - MANOKWARI:  Pemerintah akan mengucurkan dana stimulus untuk mendorong kebangkitan sektor pariwisata di Raja Ampat, Papua Barat, pada tahun 2021.

"Pelaksanaanya melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kalau di daerah mungkin Dinas Pariwisata," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Papua Barat, Hari Utomo di Manokwari, Jumat, (2/11/2020) seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi nasional (PEN) masih menjadi prioritas dalam kebijakan anggaran pemerintah pusat pada tahun 2021. Di dalamnya termasuk mendorong kebangkitan pada sektor pariwisata.

Menurut dia, stimulus pariwisata di Raja Ampat itu akan diberikan kepada pelaku usaha pariwisata. Subsidi akan diberikan kepada perhotelan dan penginapan.

"Itu untuk memacu kehadiran wisatawan sehingga Raja Ampat bisa ramai lagi," ujarnya.

Hari mengemukakan bahwa pemerintah pusat melakukan redesain penganggaran untuk APBN tahun 2021. Hal itu bagian dari upaya pemerintah menyikapi situasi pandemi COVID-19 serta dampak yang ditimbulkan pada berbagai sektor.

Redesain anggaran yang dilakukan pemerintah untuk memastikan bahwa basis penganggaran tahun depan dilakukan berdasarkan hasil yang bisa dicapai baik satuan kerja (Satker) pada kementerian/lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah.

Pada program PEN, lanjut Hari, cukup banyak kegiatan tahun 2020 yang akan dilanjutkan pada 2021.

"Seperti ada bantuan sosial, mendorong UMKM, insentif bagi tenaga keselamatan serta padat karya pada kementerian/lembaga yang banyak mempekerjakan orang. Pada sektor pariwisata, Raja Ampat juga dipotret pemerintah," katanya lagi.

Sedangkan untuk pemerintah daerah ada optimalisasi pada pelaksanaan dana alokasi khusus fisik dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa serta beberapa kegiatan lain.

"Ekonomi nasional di tahun 2020 terganggu akibat pandemi COVID. Pemerintah ingin ada recovery (pemulihan) pada tahun 2021," ujarnya lagi. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto