logo

Jelang Vonis Kasus BOII, Penyidik Serahkan Berkas 15 Tersangka Ke Kejagung

Jelang Vonis Kasus BOII, Penyidik Serahkan Berkas 15 Tersangka Ke Kejagung

Mabes Polri
26 November 2020 09:50 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Penyidik Dirtipideksus Mabes Polri menyerahkan berkas 15 tersangka kasus dugaan tindak pidana perbankan di Bank Swadesi (kini jadi Bank BOII) ke Kejaksaan Agung guna diteliti kelengkapannya untuk selanjutnya dinyatakan memenuhi syarat disidangkan (P21) di pengadilan. Sedangkan berkas lima tersangka lainnya masih dalam tahap dilengkapi penyidik untuk menyusul diserahkan pula ke Kejaksaan Agung.

Penyerahan berkas ke-15 tersangka oleh penyidik ini ke Kejaksaan Agung, Rabu (25/11/2020), menunjukkan adanya keseriusan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung menuntaskan kasus yang penangannya nyaris memakan waktu hampir sembilan tahun ini. Langkah ini menunjukkan pula bakal ada kepastian hukum untuk ke-15 tersangka sebagaimana yang tengah dilakukan penyidik Mabes Polri, penuntut umum Kejaksaan Agung dan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pimpinan M Sainal SH MH yang pada hari ini Kamis (26/11/2020) bakal menjatuhkan vonis terhadap bekas Dirut Bank Swadesi/BOII, Ningsih Suciati SE.

Adapun berkas yang diserahkan itu masing-masing atas nama 1. Prima Sura Pandu Dwipanata (bekas AO/Direktur Kepatuhan Bank Swadesi/BOII), 2. Sri Budiarti (eks Ka Legal), 3. Ny Lisawati (bekas Dirut), 4. Prakas R  Chugani (bekas komisaris/pemilik Bank Swadesi), 5. Ny Olga Istandia (eks komisaris), 6. Ny Aminah (bekas Ka unit kredit), 7.Wikan Aryono (bekas Direktur Operasional), 8.PK Bhiswas (bekas Wadirut), 9. LG Rompas (eks komisaris), 10. Gopal Krisna (eks Kaunit Kredit Korporasi), 11. Anil Bala (bekas Wadirut), 12. Rakesh Sinha (bekas Dirut), 13. Lim Wardiman (eks Direktur), 14. Banavar Anantharamajah (eks Komut), 15. Muhamad Yunan HE (eks AO).

Penyidik Dirtipideksus Mabes Polri telah berjuang keras menangani dan berusaha menuntaskan kasus perbankan yang sebelumnya ditangani penyidik Polda Bali ini. Selain sempat di-SP3-kan sewaktu di Polda Bali namun kemudian diperintahkan ditindaklanjuti oleh hakim lewat praperadilan, kasus Bank BOII ini termasuk skandal besar tindak pidana perbankan di dunia perbankan Indonesia. Mengapa tidak, tersangka keseluruhannya terkait pelelangan agunan milik debitur Rita KK/PT RK berupa Villa Kozy di Seminyak Bali yang diduga dilakukan lewat persekongkolan jahat itu tercatat sebanyak 21 orang. Jumlah ini termasuk rekor terbesar dalam hal melibatkan direksi, komisaris, pimpinan dan bankir-bankir suatu bank terkait satu tindak pidana perbankan (Bank Swadesi/BOII).

Sebelum ke-15 tersangka ini nantinya menjalani proses persidangan, terdakwa eks Dirut Bank Swadesi/BOII Ningsih Suciati sudah terlebih dahulu menjalani persidangan di PN Jakarta Pusat. Dia bahkan sudah dituntut lima (5) tahun penjara, diwajibkan membayar denda Rp5 miliar atau jalani kurungan selama tiga bulan jika tidak mampu membayar denda tersebut.

“Bukan bermaksud mendahului putusan majelis hakim yang mulia, tetapi kami optimistis sekali bahwa terdakwa bakal dijatuhi hukum setimpal dengan tindak kejahatan perbankan yang dilakukannya,” ujar Alex Asmasoebrata, kuasa Rita KK/PT RK, di Jakarta Kamis (26/11/2020).

Alasan Alex yang dikenal suka menolong orang-orang yang dizolimi secara hukum dan juga politisi senior itu, karena fakta-fakta persidangan, pendapat-pendapat ahli yang profesor menunjukkan adanya tindak kejahatan dilakukan terdakwa Ningsih Suciati bersama-sama atau secara kolektif kolegial yang merugikan debitur Rita KK/PT RK. “Jadi, kalaupun terdakwa Ningsih Suciati dihukum berat sama atau bahkan lebih dari tuntutan jaksa hal itu semata-mata akibat dari perbuatannya melakukan tindak kejahatan perbankan bersama teman-temannya di bank tersebut,” tutur Alex.***

 

Editor : Dwi Putro Agus Asianto