logo

KPU Solo Mulai Sortir Dan Lipat Surat Suara Pilkada Solo

KPU Solo Mulai Sortir Dan Lipat Surat Suara Pilkada Solo

Proses sortir dan pelipatan surat suara Pilkada Solo mulai dikerjakan
25 November 2020 17:24 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo mulai melakukan proses sortir dan pelipatan surat suara Pilkada Solo 9 Desember, Rabu (25/11/2020). Penyortiran dan pelipatan surat suara tersebut dilakukan oleh 25 orang yang direkrut KPU Solo.

"Ditambah 5 sampai 10 orang pegawai KPU yang membantu proses sortir dan pelipatan surat suara. Tetapi pegawai KPU yang diperbantukan itu bekerja setelah jam kerja di kantor selesai," jelas Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti kepada wartawan di Kantor KPU Solo.

Setiap orang akan mendapatkan honor melipat sebesar Rp75 per lembar. Jumlah surat suara yang harus disortir dan dilipat sebanyak 429.321 lembar ditambah 2.000 lembar surat suara pemungutan ulang.

"Targetnya sampai tanggal 30 November , syukur-syukur kalau tidak sampai tanggal 30 sudah selesai," katanya.

Lebih lanjut, Nurul mengatakan proses penyortiran dan pelipatan surat suara tersebut tersebut tetap menerakan protokol kesehatan ketat. Sebelum masuk ke ruangan, pekerja harus dicek suhunya, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer. Mereka juga diberikan APD (alat pelindung diri) berupa masker, sarung tangan dan face shield.

"Makan siang disediakan KPU dan dilarang keluar kantor KPU. Begitu juga saat pulang mereka juga melalui pengecekan suhu terlebih dahulu sehingga terpantau selama di KPU," jelasnya lagi.

Jika ditemukan surat suara rusak atau cacat, akan dikumpulkan dan dilaporkan ke pihak percetakan untuk diganti. Sedangkan surat suara yang rusak akan dimusnahkan. Untuk proses selanjutnya adalah pengesetan form-form.

Tetapi sampai saat ini form belum ada yang sampai ke KPU Solo. Diperkirakan pengesetan form baru bisa dilaksanakan awal bulan Desember.

"Nanti kan ada form yang dimasukkan ke sampul. Pengesetan form itu nanti ada yang dimasukkan ke kotak ada yang tidak," katanya.

Terkait distribusi logistik, Nurul mengatakan maksimal sudah sampai ke TPS pada H-1. Selain logistik Pilkada yang belum lengkap, logistik APD juga masih ada beberapa yang belum datang.

"Masih ada thermogun dan sarung tangan. Paling tidak akhir bulan ini sudah diterima," pungkasnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto