logo

Kemenkes Tegaskan Warga Langgar Prokes Hadiri Rizieq Harus Mengisolasi Diri

Kemenkes Tegaskan Warga Langgar Prokes Hadiri Rizieq Harus Mengisolasi Diri

Massa yang menyambut Imam Besar FPI Rizieq Shihab yang melanggar prokes dan menimbulkan klaster baru penularan Covid-19 harus mengisolasi diri (ist)
22 November 2020 23:58 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta warga yang mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan keagamaan di wilayah Tebet dan Petamburan, Jakarta serta di Megamendung, Jawa Barat melakukan tes virus corona (Covid-19) dan isolasi mandiri selama 14 hari. Tiga wilayah tersebut diketahui sempat menyedot kerumunan massa dengan kehadiran Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Muhammad Budi Hidayat mengungkapkan langkah tegas ini perlu dilakukan karena hasil pelacakan lewat serangkaian tes usap atau PCR kepada para peserta kegiatan keagamaan di tiga wilayah itu per Kamis (19/11/2020) ditemukan sejumlah kasus positif Covid-19 menjangkiti mereka.

"Kemenkes mengimbau semua orang yang mengikuti acara tersebut dan siapa pun yang merasa telah kontak erat dengan orang yang hadir agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," jelas Budi di Jakarta, Minggu (22/11/2020).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Budi diperoleh 50 kasus positif Covid-19 dari kegiatan di Tebet dan 30 kasus dari kegiatan keagamaan di Petamburan. Sementara itu, lanjutnya, 15 orang dari kegiatan serupa di Megamendung masih menunggu hasil pemeriksaan uji sampel hingga saat ini.

Budi meminta semua masyarakat yang merasakan gejala penyakit seperti batuk, pilek, sesak nafas, sakit tenggorokan serta kehilangan indera perasa agar segera menghubungi pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat.

Lebih lanjut Budi menyebut Pemerintah telah menyiapkan pusat karantina khusus bagi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Dia juga meminta seluruh tokoh agama lebih bijak dan menenteramkan serta memberikan keteladanan kepada masyarakat tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat yakni melakukan pesan Ibu: 3 M (memakai masker secara benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara berkala, serta menjaga jarak dengan tidak berkumpul apalagi berkerumun).

Budi meminta kegiatan apa saja yang berefek timbulnya banyak kerumunan massa tidak diselenggarakan selama pandemi Covid-19 karena berpotensi memicu penularan Covid-19 yang dapat berakibat fatal yakni kematian.

"Agar memberikan contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat luas dalam penerapan protokol kesehatan. Kita harus bekerja sama dan saling menghargai dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 agar pandemi segera dapat diatasi dan tidak menimbulkan korban jiwa," tegas Budi.

Sebelumnya, Ketua Satgas Covid-19, Letjen (TNI) Doni Monardo mengatakan ada tujuh orang yang terkonfirmasi positif virus corona di wilayah Petamburan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (20/11/2020) merilis soal klaster baru corona di wilayah Petamburan itu.

Doni mengatakan klaster Petamburan itu didapati pihaknya setelah melakukan tes usap (swab) virus corona terhadap 15 orang, termasuk yang dilakukan kepada Lurah Petamburan Setiyanto.

"Data yang diterima Satgas, per Kamis sore 19 November, untuk wilayah Petamburan Jakarta Pusat telah dilakukan swab terhadap 15 orang. Ada 7 orang positif Covid-19, termasuk Lurah Petamburan," ujar Ketua BNPB itu.***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto