logo

Mendes PDTTl Soaialisasikan Permendesa PDTT Nomor 13 Tahun 2020

Mendes PDTTl Soaialisasikan Permendesa PDTT Nomor 13 Tahun 2020

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (foto, ist)
14 November 2020 20:30 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - LUMAJANG: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mensosialisasikan Permendesa PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa 2021, di Lumajang, Jawa Timur, Jumat (13/11/2020).

Pada sosialisasi yang bertempat di Wisata Hutan Bambu itu, Gus Menteri sapaan akrab Mendes PDTT mengatakan, dana desa bisa dipakai untuk dua hal. Yaitu peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa.

‘Sampean mau pakai apa saja asal arahnya ke sana (peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat) boleh,” tuturnya.

Dia minta kepala desa dalam merencanakan arah pembangunan desa, untuk mengacu pada SDGs Desa. Menurutnya, permasalahan yang paling mendasar dalam pembangunan adalah perencanaan.

SDGs Desa sendiri merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Tujuan Pembangunan Nasional Berkelanjutan atau SDGs Nasional. Dalam SDGs Nasional terdapat 17 poin, sedangkan dalam SDGs Desa terdapat 18 poin.

Gus Menteri mencontohkan dua poin yang terdapat dalam SDGs Desa. Yaitu Desa Tanpa Kemiskinan dam Desa Tanpa Kelaparan. "Misalnya desa tanpa kemiskinan dan kelaparan. Caranya gimana? Bangun desa wisata, mengembangkan UMKM dan seterusnya. Siapa pun kalau ditanya mau bangun apa ketika jadi kepala desa jawabnya harus jelas,” paparnya.

Jika desa ingin warganya sehat, lanjut dia, maka bisa mengacu pada desa peduli kesehatan, begitu juga dengan desa peduli pendidikan dan sebagainya. dia menegaskan, semua permasalahan yang ada akan mudah tertangani melalui SDGs Desa. “Itulah makanya, SDGs Desa menjadi arah kebijakan pembangunan desa.” ujarnya.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH