logo

KPK Tepiskan Isu Sebutkan Kasus Samin Tan Dihentikan

KPK Tepiskan Isu Sebutkan Kasus Samin Tan Dihentikan

KPK
24 Oktober 2020 14:30 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Deputi Penindakan KPK, Karyoto mengatakan, sepanjang 2020 tidak ada kasus yang penyidikannya dihentikan KPK, termasuk kasus Samin Tan. Penyidikan yang dihentikan KPK hanya kasus yang tersangkanya meninggal dunia.

"Selama 2020 penghentian penyidikan itu hanya terhadap tersangka yang meninggal dunia saja, yang lain tidak ada," kata Karyoto, di Jakarta, Jumat (23/10/2020). Itu berarti hingga kini KPK masih terus mengusut kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM yang menjerat bos PT Borneo Lumbung Energy and Metal Tbk (BORN), Samin Tan.

Kendati Samin Tan yang ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Februari 2019 lalu masih buron hingga saat ini, lembaga antirasuah mengisyaratkan secara tegas dan terang benderang bahwa tidak ada keinginan untuk menghentikan penyidikan kasus suap Samin Tan.

Karyoto mengakui bahwa dalam UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK memberikan kewenangan kepada lembaga antikorupsi untuk menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Namun, penghentian penyidikan harus memenuhi syarat hukum yang ketat seperti tersangka meninggal dunia atau bukan tindak pidana. Untuk itu, kewenangan SP3 hanya pilihan terakhir bagi KPK. Apalagi, saat meningkatkan suatu perkara ke tahap penyidikan, seperti kasus suap Samin Tan, KPK telah meyakini adanya tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut.

"Selama apa yang sudah diputuskan teman-teman lidik pasti ada tindak pidana korupsinya. Tidaklah gampang buat kita hentikan penyidikan. Dulu KPK tidak dikasih kewenangan itu, tapi bukan berarti KPK bisa seenaknya menggunakan kewenangan tersebut. Harus hati-hati  betul dan lalui proses pembahasan yang mendalam dan penuh pertimbangan," tutur Karyoto.

Samin Tan telah masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO sejak Mei 2020. Meski demikian, hingga kini Samin Tan tak kunjung berhasil dibekuk. Kendati sudah berlarut, Karyoto menegaskan, tim KPK tidak berhenti memburu Samin Tan maupun buronan lainnya.

Menurut Karyoto, pihaknya terus mengevaluasi dan membahas perkembangan pencarian para buronan seperti Samin Tan. Untuk itu, selama hidup dan masih di Indonesia, dia optimistis para buronan dapat ditangkap. Meskipun, mencari dan membekuk buronan tidaklah mudah karena terus bergerak dan berpindah tempat bahkan bisa melarikan diri ke luar negeri. "Djoko Tjandra bertahun-tahun buron dari 2009. Kalau memang masih ada di Indonesia dan masih hidup pasti bisa ditemukan," katanya.

Samin Tan ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih sebesar Rp 5 miliar untuk mengurus terminasi PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. Eni sudah menjalani hukuman. Dengan begitu pembuktian keterlibatan Samin Tan pun sesungguhnya tidaklah sulit, karena dalam amar putusan pelaku lainnya sudah disebutkan keterlibatan Samin Tan.

Samin Tan, Harun Masiku dan Hiendro Soenjoto sampai kini masih terus aman di tempat persembunyiannya. Padahal, sebagian pelaku dalam kasus sama sudah ada yang tuntas menjalani proses hukum di peradilan tingkat pertama.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH