logo

Amankan Demo, Mahfud Larang Aparat Gunakan Senjata Tajam

Amankan Demo, Mahfud Larang Aparat Gunakan Senjata Tajam

Mahfud MD (Istimewa)
20 Oktober 2020 23:40 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD memerintahkan aparat untuk tidak membawa senjata tajam dalam mengamankan aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, Selasa (20/10/2020).

Dalam tayangan video yang dikirimkan  Tim Humas Kemenko Polhukam, Senin (19/10/2020), Mahfud beralasan mengeluarkan perintah itu, intinya karena Polri mencurigai adanya penyusup yang akan membuat kerusuhan.

Ditengarai penyusup tersebut akan mencari korban untuk dijadikan martir. Apabila jatuh korban maka pemerintah bisa dikambinghitamkan pihak-pihak tertentu.

"Kepada aparat kepolisian dan semua perangkat keamanan dan ketertiban diharapkan untuk memperlakukan semua pengunjuk rasa dengan humanis, jangan membawa peluru tajam," ucap Mahfud.

Lebih jauh Mahfud menegaskan, kepada pengacau yang akan mengacaukan situasi dan ada bukti, supaya ditindak tegas. 

Di lain pihak, Mahfud juga memerintahkan seluruh aparat untuk memperlakukan demonstran secara humanis dan penuh persaudaraan. Ini mengingat para pengunjuk rasa adalah WNI juga.

Dari laporan Kompas TV, ribuan massa dari elemen buruh dan mahasiswa kembali melakukan  demonstrasi menolak UU Cipta Kerja. 

Aksi turun ke jalan tersebut dipusatkan di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Gambir, Jakarta dan digelar tepat pada hari setahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Selasa (20/10/2020).

Pihak kepolisian menghimbau massa bisa tertib dalam melakukan aksi demonstrasi agar tidak ditumpangi pihak-pihak tertentu yang akan mengacaukan situasi Jakarta. ***

Editor : Markon Piliang