logo

Dua Pejabat Meninggal Karena Covid, UNS Batasi Aktivitas Di Kampus

Dua Pejabat Meninggal Karena Covid, UNS Batasi Aktivitas Di Kampus

Aktivitas kampus UNS dibatasi menyusul dua pejabat meninggal karena Covid-19
20 Oktober 2020 22:19 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membatasi aktivitas di kampus tersebut selama tujuh hari mulai Rabu (21/10/2020) hingga Selasa (27/10/2020) mendatang. Pihak kampus juga menutup beberapa gedung di kampus tersebut, seperti gedung pusat, gedung LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) serta Fakultas Hukum (FH).

Tindakan tersebut diambil setelah dua pejabat yakni satu dosen di FH dan satu pegawai di LPPM UNS meninggal dunia setelah terpapar virus Covid-19. Sehari sebelumnya, diketahui dosen FH UNS Prasetyo Hadi Purwandoko meninggal karena Covid-19 dan pada hari Selasa (20/10/2020) seorang pegawai di LPPM, Karyono juga meninggal dunia setelah terpapar Covid-19.

"Iya benar ada dua pegawai UNS yang meninggal karena Covid," kata Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho saat dikonfirmasi.

Rektor mengatakan Karyono sebelumnya pernah berkontak dengan Prasetyo karena keduanya sempat melakukan perjalanan tugas berdua ke Ubud, Bali. Atas kejadian tersebut pihaknya memutuskan untuk membatasi aktivitas kampus hingga tanggal 27 mendatang.

Gedung yang pernah disinggahi kedua orang tersebut yakni gedung pusat, gedung LPPM dan FH UNS ditutup sementara. Penutupan gedung dilakukan untuk penyemprotan disinfektan.

Penghentian sementara seluruh aktifitas dilingkungan UNS tersebut diatur dalam Surat Pemberitahuan No. 4373/UN27/TU/2020 tanggal 20 Oktober 2020. Keputusan yang merujuk pada Surat Edaran (SE) Rektor UNS Nomor 67/UN27/SE/2020 tanggal 1 Oktober 2020 tentang Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas dan Sistem Kerja Pegawai di UNS, diambil setelah memperhatikan perkembangan penyebaran Covid-19 di wilayah Kota Solo, termasuk di lingkungan UNS.

"Pembatasan ini tidak hanya pada kegiatan akademik, namun UNS juga membatasi penggunaan fasilitas umum, seperti sarana olahraga, tempat ibadah, dan sarana prasarana umum lainnya," jelasnya.

Selain itu bagi seluruh tenaga pendidik dan Tenaga Kependidikan (Tendik) diwajibkan bekerja dari rumah (Work from Home). Aturan tersebut akan ditinjau kembali dengan memerhatikan situasi dan kondisi yang berkembang.

"Untuk seluruh unit kerja memastikan aktivitas perkantoran tetap berjalan dengan fleksibilitas pengaturan personil dan jam kerja," katanya lagi.

Selain itu, kegiatan penelitian, praktikum, dan kegiatan akademik lainnya, yang sudah terjadwal dapat dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat atau dijadwal ulang. Bagi pegawai Tenaga Kesehatan (Nakes) Medical Center dan Rumah Sakit (RS) UNS, Prof.Jamal meminta wajib masuk kerja dengan pengaturan yang akan diatur selanjutnya oleh Direktur RS UNS. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH