logo

Wartawan Herman Yusuf Minta Perlindungan Hukum Ke Kompolnas

Wartawan Herman Yusuf Minta Perlindungan Hukum Ke Kompolnas

Kompolnas
20 Oktober 2020 12:31 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jurnalis Harian Jaya Pos dan Japos.co, Herman Yusuf, minta perlindungan hukum terhadap Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Pasalnya, wartawan sekaligus pencari keadilan tersebut merasa mendapatkan adanya dugaan penyalahgunaan wewenang, kekeliruan diskresi dan tindakan diskriminasi dari penyidik terkait LP No 7028/XII/2018/PMJ/Dit.Reskrimum.

“Saya merasakan adanya diskriminasi bahkan penyalahgunaan wewenang terkait kasus dugaan memasuki pekarangan rumah orang lain tanpa hak (pasal 167 ayat 1 KUHP) yang hendak disematkan beberapa kali,” ungkap Herman Yusuf di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (20/10/2020).

Dugaan penyalahgunaan wewenang itu, menurutnya, menjadi semakin terindikasi kuat karena dirinya sudah pernah menjalani proses hukum atau disidangkan dan divonis untuk sangkaan pasal sama (167 KUHP). Padahal perkara tersebut sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan pasti yaitu adanya perbuatan tetapi bukan merupakan tindak pidana.

Kendati begitu, dirinya masih saja dilaporkan lagi untuk pasal 167 ayat (1) KUHP. Saat diminta klarifikasi BAP pun oleh penyidik, Herman sudah mengungkapkan bahwa permasalahan tersebut terjadi tahun 2008. Ditunjukkan pula putusan perkara dimaksud. Namun penyidik seolah tidak mau tahu dengan info-info penanganan kasus yang sudah berkekuatan hukum tetap tersebut.

Atas alasan itulah Herman Yusuf meminta agar Kompolnas agar merespon pengaduannya demi kepastian hukum, keadilan dan kebenaran sekaligus jauh dari penyalahgunaan wewenang aparat. “Kalau yang sudah berkekuatan hukum tetap bisa dihidupkan seolah baru lagi dan baru lagi, alangkah mahalnya hukum itu. Asas nebis in idem (pokok perkara sama diproses berulang) harus benar-benar dipatuhi demi keadilan, kebenaran dan penegakan hukum itu sendiri. Janganlah aparat yang sudah tahu bahwa perkara tersebut sudah nebis in idem namun masih saja diproses-proses,” harap Herman Yusuf yang sehari-harinya meliput peristiwa hukum berupa persidangan-persidangan terutama di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Selain itu, Herman Yusuf  yang sudah cukup lama berprofesi sebagai jurnalis juga berharap kepada Kompolnas agar laporan polisi No LBP/711/KarenaIX/2020/PMJ/Resju tanggal 24 September 2020 diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam laporan ini Herman Yusuf bertindak sebagai pelapor akan adanya dugaan pengaduan palsu atau keterangan palsu (317 KUHP) ke Kepolisian.

Dia mengaku sampai saat ini dirinya belum menerima panggilan untuk di-BAP penyidik terkait pengaduan itu. Bahkan belum mendapat informasi perkembangan apa-apa terkait yang dilaporkannya.

“Saya mohon Kompolnas agar mendorong penyidik untuk menindak lanjuti pengaduan saya demi keadilan dan kesamaan kedudukan di depan hukum,” harapnya.***

 

Editor : Laksito Adi Darmono