logo

Pertemuan Prabowo-Menhan AS Di Pentagon

Pertemuan Prabowo-Menhan AS Di Pentagon

Repro: Kompas TV.
17 Oktober 2020 18:54 WIB
Penulis : Pudja Rukmana

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jika tidak ada aral melintang, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Menhan Amerika Serikat (AS) Mark Esper di Gedung Pentagon, Jumat (16/10/2020) waktu AS atau Sabtu WIB hari ini.

Pertemuan Menhan RI-AS ini merupakan tindak lanjut undangan Pemerintah Negeri Paman Sam kepada Prabowo untuk berkunjung ke AS, 15-16 Oktober 2020.

Selain bertemu dengan Mark Esper, Prabowo juga  menghadiri pertemuan tertutup dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan AS di Gedung Pentagon.

Selama di AS, Prabowo akan membahas kerja sama bilateral kedua negara utamanya di bidang pertahanan.

"Amerika negara penting, saya diundang, ya saya harus memenuhi undangan tersebut, ya, kan?!" ucap Prabowo dalam sebuah wawancara eksklusif lewat akun  Official Inews di Youtube, dilansir suarakarya.id, Sabtu (17/10/2020). 

"Walaupun perjalanan jauh, sekarang pandemi covid, tapi ya tetap, kita hormati. Saya menghadap Presiden, saya lapor Presiden. 'Pak, saya dapat undangan dari Amerika Serikat'," kata Prabowo.

"Presiden mengatakan, 'Ya.. kau harus berangkat.' Ya, siaapp. Ya, kita berangkat," ungkap Ketum Partai Gerindra ini pula sambil menunjukkan sikap hormat ala tentara kepada Jokowi, komandannya.

Kerja Sama Keamanan

Juru Bicara Kedutaan Besar AS di Jakarta Michael Quinlan mengatakan, pertemuan Menhan Prabowo dengan Menhan Mark Esper akan membahas sejumlah hal. 

"Topik yang akan dibahas meliputi masalah regional, masalah perdagangan, kerja sama keamanan, aktivitas kemiliteran, dan upaya respons Covid-19," ujar Mike dalam keterangannya, Kamis (15/10/2020) seperti dikutip dari Kompas.com.

Menurut Mike, pertemuan itu juga untuk memperkuat hubungan bilateral di bidang pertahanan Indonesia-AS.

Prabowo menerima undangan dari Pemerintah AS setelah Departemen Luar Negeri AS dilaporkan memutuskan untuk mengeluarkan visa kepada  Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto. 

Pemberian visa ini, pertama kali  dilaporkan media politik ternama AS, Politico, Selasa (6/10/2020), dengan mengutip seorang sumber di lingkungan Departemen Luar Negeri AS.

Informasi tersebut sempat dirahasiakan namun akhirnya bocor ke media. Prabowo sendiri membenarkan kabar itu setelah dikonfirmasi pembawa acara Varesta Sartika dari Official Inews dalam wawancara eksklusif di YouTube, 10 Oktober 2020.

Ditolak Dua Dekade

Tahun 2000, harian New York Times memberitakan Departemen Luar Negeri AS menolak visa Prabowo Subianto yang pangkat terakhirnya di militer adalah letnan jenderal, untuk menghadiri wisuda anaknya di Boston.

Namun, pihak AS tidak pernah menjelaskan mengapa permohonan visa Prabowo ditolak.

Prabowo mengatakan kepada Reuters pada 2012 bahwa ia masih ditolak untuk mendapatkan visa AS karena tuduhan bahwa dirinya menghasut kerusuhan yang menewaskan ratusan orang setelah penggulingan Soeharto. Dia membantah telah melakukan kesalahan.

Meski demikian, kehadiran Prabowo di AS disorot tajam oleh aktivis HAM dalam negeri. Sorotan tajam muncul lantaran Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan visa untuk Prabowo.

Pasalnya, selama dua periode AS telah memasukkan nama Prabowo ke daftar hitam orang-orang yang dilarang masuk ke AS. Prabowo diduga terlibat dalam pelanggaran HAM masa lalu di Indonesia.

Amnesty International beserta enam organisasi masyarakat yang bergerak di bidang HAM bahkan mendesak Presiden Donald Trump turun tangan demi membatalkan kunjungan Prabowo ke AS.

"Prabowo Subianto adalah mantan jenderal Indonesia yang telah dilarang sejak 2000 memasuki AS karena dugaan keterlibatan langsungnya dalam pelanggaran hak asasi manusia," kata kelompok aktivis HAM dalam sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Adapun surat tersebut memuat berbagai organisasi pengawas HAM, antara lain dari Amnesty Internasional, Amnesty Internasional Indonesia, Imparsial, dan Kontras. 

Sejauh ini pihak Kementerian Luar Negeri AS belum berkomentar mengenai kabar ini. Alasannya terkait aturan kerahasiaan dalam hal visa. Pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia juga tak berkomentar banyak.

"Sebaiknya ditanyakan ke jubir Kemhan," ujar Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com., seperti dilansir Merdeka.com.

Prabowo Subianto bukan satu-satunya tokoh militer Indonesia yang masuk ke daftar hitam AS. Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto juga dicekal. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto