logo

Waras Wasisto: Kalau Depok Mau Maju, Pilih Pradi

Waras Wasisto: Kalau Depok Mau Maju, Pilih Pradi

17 Oktober 2020 16:00 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - DEPOK: Kalau Depok mau maju, pilih walikota yang bisa bersinergi dengan pemerintah pusat. Dan itu ada pada diri Pradi Supriatna, calon wali kota Depok 2021-2026. Demikian diutarakan anggota DPRD Jawa Barat fraksi PDIP Waras Wasisto saat konsolidasi pemenangan  paslon nomor 1 Prardi-Afifah Pilkada Depok 2020 di kediaman Mad Arif, Bojongsari, Depok, Sabtu (17/10/2020).

"Pradi itu didukung koalisi partai-partai yang di tingkat pusat memiliki kekuatan politik yang besar. Sangat berpengaruh. Apalagi selepas Pilpres Bapak Jokowi dan Pak Prabowo sudah bersatu. Pak Prabowo sekarang sudah jadi Menteri Pertahanan. Jadi, Pradi yang diusung PDIP, Gerindra, PAN, PKB, Golkar akan lebih mudah bersinergi dengan pemerintah pusat. Terlebih Pradi memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik di tingkat pusat," kata Waras  Wasisto.

Kenapa Depok harus bersinergi dengan pusat bila ingin maju? "Ya karena pemkot tidak bisa jalan sediri. Ada anggaran pembangunan yang harus diusulkan ke pusat dan provinsi untuk pembangunan kota. Kalau hanya dari APBD berat. Kalau walikotanya tidak bisa bersinergi, artinya komunikasi ke pusat terhambat. Pembangunan pun jalan di tempat, tidak maju-maju," kata Waras.

Terkait program berobat gratis dengan KTP, Waras mengatakan itu sah-sah saja. Setiap pasangan calon bebas mengajukan program. Dan program berobat gratis dengan KTP itu memang bisa dilaksanakan, seperti di Kota Tangsel dan Bekasi.

"Ini kita mengadopsi daerah lain yang sudah menerapkan ini. Saya sendiri sudah melakukan studi banding secara mandiri, terutama ke Bekasi dan Tangsel. Kenapa sih Tangsel dan Bekasi bisa begini? Sekali lagi urusannya ke anggaran, disamping itu juga niat daripada pemerintah itu sendiri, mau mensejahterakan warganya tidak," jelas Waras.

Untuk kemenangan Pradi Afifah, dirinya meminta para relawan dan simpatisan untuk turun kebawah sosialisasi dan bekerja sesuai tupoksi.

“Tidak ada kata kalah, ayo teman-teman bekerja sesuai dengan tupoksinya. Lakukan sosialisasi sesuai dengan kemampuan teman-teman,” tuturnya.

Waras juga mengatakan kepada relawan agar tidak takut jika ada intimidasi-intimidasi dari lurah atau ASN lainnya. "Sudahlah jangan lagi ada intimidasi. Sudah jelas aturannya ASN harus netral, tak boleh ada intimidasi. Saya minta juga warga tidak lagi ditakut-takuti nanti sulit urus KTP," kata Waras.***

Editor : Gungde Ariwangsa SH