logo

Warga Luar Kota Dominasi Pelanggaran Protokol Kesehatan Di Solo

Warga Luar Kota Dominasi Pelanggaran Protokol Kesehatan Di Solo

Warga tidak mengenakan masker yang terjaring razia dikenai sanksi membersihkan saluran sungai di Solo
28 September 2020 18:01 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Pelanggar protokol kesehatan yang terjaring saat razia di Kota Solo, sebagian besar berasal dari luar kota. Sebanyak 60 persen pelanggar berasal dari luar Kota Solo sedangkan 40 persen merupakan warga Solo. Untuk memberikan efek jera bagi pelanggar protokol kesehatan terutama bagi yang tidak mengenakan masker, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan memberikan sanksi yang lebih berat bagi pelanggar dari luar kota.

Mereka yang terjaring operasi yustisi oleh tim gabungan dari Satpol PP, Polri dan TNI serta dinas terkait itu bagi warga luar kota akan dikenai sanksi membersihkan sungai lebih lama.

"Sebanyak 60 persen pelanggar luar kota maka sanksi dibedakan. Ada yang dari Sragen, Karanganyar, dan lain-lain dari luar Kota Solo. Yang tidak pakai masker masuk sungai 30 menit bagi warga luar kota kalau dalam kota masih saka 15 menit," jelas Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (28/9/2020).

Kepala satpol PP kota Solo, Arif Budiman menambahkan selama operasi yustisi yang digelar, dari total 873 pelanggar hanya 353 orang yang berasal dari Kota Solo. Sedangkan sisanya merupakan warga luar kota seperti Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Sragen dan lainnya.

“Memang tidak semuanya kita kenakan sanksi membersihkan sungai. Karena operasi kita juga berlangsung malam hari, kemudian pelanggarnya juga ada yang anak anak, orang tua dan lainnya. Tapi yang tidak masuk sungai tidak sampai 100 orang kok,” jelas Arif.

Terkait sanksi lebih berat bagi pelanggar dari luar kota, pihaknya akan segera melaksanakan instruksi wali kota terbaru.

Dalam peraturan wali kota (Perwali) nomor 24 tahun 2020 salah satunya diatur, warga yang tidak mengenakan masker dikenakan sanksi membersihkan sungai, selokan atau drainase. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto