logo

Terpidana Buron Lima Tahun Silam Akhirnya Dibekuk

Terpidana Buron Lima Tahun Silam Akhirnya Dibekuk

Kejaksaan Agung
25 September 2020 21:05 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Tim pemburu buron Kejaksaan Agung menangkap buron kasus korupsi perjalanan dinas fiktif tahun anggaran 2006, Maya Laksmini, yang merupakan pensiunan PNS Departemen Kesehatan (Depkes) di sebuah rumah di daerah Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Tim tabur Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yang bekerjasama dengan tim tabur Kejaksaan Agung telah berhasil menangkap seorang buronan perkara tindak pidana korupsi atas nama terpidana Drg Maya Laksmini di sebuah rumah Jalan Pulo Indah, Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pekerjaan pensiunan PNS Departemen Kesehatan," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, Jumat (25/9/2020).

Entah dimaksudkan untuk mengalihkan perhatian, setiap Kejaksaan Agung disorot terkait kinerjanya atau ulah oknum-oknumnya segera disusul dengan penangkapan-penangkapan buron. Padahal, terpidana buron tersebut sudah bertahun-tahun menghilang, sehingga menjadi muncul tanda Tanya tim tabur selama ini ke mana dan ngapain saja.

Kapuspenkum mengungkapkan Maya saat ini sudah berstatus sebagai terdakwa. Kasus yang menjeratnya yakni terkait korupsi perjalanan dinas fiktif pada Departemen Kesehatan tahun anggaran 2006. Saat itu Maya menjabat sebagai pembuat komitmen di Departemen Kesehatan dan menyelenggarakan kegiatan diklat sertifikasi pengadaan barang dan jasa.

"Pada  Juli sampai dengan Agustus 2006 di antaranya tanggal 9-13 Juli 2006, 24-28 Juli 2006 telah melaksanakan diklat sertifikasi di Surabaya di Hotel Hyatt yang diikuti oleh pejabat eselon III dan IV, PPK, bendahara, panitia pengadaan barang dan jasa, para direktur rumah sakit dan dinas kesehatan se-Indonesia," tuturnya.

Saat itu, anggaran yang direncanakan sekitar Rp 1 miliar. Namun dalam perjalanannya, anggaran itu direvisi menjadi Rp 2,5 miliar dengan mengatasnamakan sub kegiatan belanja perjalanan biasa tertanggal 27 Juli 2006. Kendati demikian, kegiatan itu pun tak kunjung dilaksanakan dengan rentang waktu selama 8 hari. Namun, biaya yang telah dianggarkan tidak dikembalikan dan kemudian digunakan untuk kedinasan di luar yang tidak tercatat dalam kegiatan Depkes.

"Namun dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut tidak dilakukan sesuai dengan jadwal kegiatan selama 9 hari tapi dikurangi menjadi 5 hari dan uang hasil pengurangan kegiatan pelatihan tersebut digunakan untuk kegiatan di luar kedinasan yang tidak dianggarkan dalam DIPA Itjen Depkes," kata Hari.

Maya pun telah menandatangani surat persetujuan untuk pembayaran perjalanan dinas itu yang dilakukan oleh auditor dan Staf Tata Usaha Depkes. Atas perbuatannya, negara mengalami kerugian senilai Rp 1 miliar.

Setelah diadili dan diputus bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta hingga Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Maya masih melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung (MA) sampai kemudian diputuskan bersalah oleh MA sesuai putusan Nomor : 918 K/ Pid.Sus/2014 tertanggal 30 Juli 2015. Maya dinyatakan bersalah telah melakukan pidana korupsi yang dilakukan bersama-sama dan berlanjut. Maya pun dihukum kurungan selama 4 tahun penjara dengan denda wajib sebesar Rp 200 juta. Jika tak kunjung membayar denda, Maya akan ditambah kurungan 6 bulan penjara.

Sejak putusan tersebut, terpidana Maya buron sehingga belum menjalani hukuman vonisnya. Namun kini Maya telah dieksekusi oleh tim JPU. Dia kini mendekam di balik jeruji besi di Lapas kelas II A Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto