logo

BPP Kostratani Binuang Tapin Gelar PLEK IPDMIP

BPP Kostratani Binuang Tapin Gelar PLEK IPDMIP

21 September 2020 07:34 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - TAPIN: Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Binuang di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menjadi pelaksana Pelatihan Literasi Edukasi dan Keuangan (PLEK), 14 – 17 September 2020.

Sebanyak 20  kelompok tani dan penyuluh swadaya beserta istri, mengikuti kegiatan PLEK yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tapin.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan dengan baik.

“PLEK IPDMIP menjadi salah satu program untuk memperkuat SDM dan juga bagian pengelolaan kelompok tani. Untuk itu, kita berharap peserta bisa mengikuti pelatihan dengan serius dan diimplementasikan di lapangan,” tuturnya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi, mengatakan kegiatan PLEK merupakan bagian program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP).

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, agar petani  dapat menyusun dan merencanakan keuangan usaha tani sehingga keuangan usaha  tani mereka dapat terkontrol dan dapat memanfaatkan layanan perbankan. Sehingga kesejahteraan petani dapat terwujud,” tutur Dedi.

Sebagai pemateri dan pendamping dalam pelaksanaan pelatihan PLEK adalah penyuluh lapangan setempat yang sudah mendapatkan pelatihan PLEK secara online. 

Kondisi lokasi peserta yang sangat berjauhan membuat kegiatan tidak bisa digabung di BPP Binuang. Pelaksanaan Pelatihan PLEK dibagi menjadi 3 BPP Kotratani. Selain BPP Binuang yang diikuti 6 kelompok terdiri dari 12 orang suami dan istri. 

Dalam waktu bersamaan, PLEK juga dilaksanakan di BPP  Lokpaikat diikuti oleh  20 orang peserta  suami  dan  istri, selanjutnya di BPP Candi Laras Utara diikuti oleh  8  orang peserta suami  dan istri sehingga jumlah peserta menjadi 40 orang. 

Dalam arahannya Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Binuang Supian Nor, meminta  peserta dapat menyimak secara baik dan rinci pembelajaran pengelolaan keuangan ini.  

“Karena petani  harus tahu pengelolaan keuangan, supaya petani bisa mengevaluasi usaha yang dilakukan,” katanya.

Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, seperti Mansyah dari Kelompok tani Teluk Bingah yang semula tidak tahu cara menghitung keuntungan usaha taninya. 

Setelah mengikuti PLEK ini dapat mengetahui dan merencanakan keuangan usaha taninya serta optimis dapat meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Editor : Dwi Putro Agus Asianto